Nias, Sumatera Utara – Ratusan warga dari berbagai wilayah di Kepulauan Nias memadati Aula Aswar Makodim 0213/Nias, Senin (15/6/2026), untuk mengikuti Program Bakti Kesehatan TNI AD Tahun 2026. Kegiatan layanan kesehatan gratis tersebut disambut antusias masyarakat karena membuka akses pemeriksaan dan konsultasi kesehatan yang selama ini tidak selalu mudah dijangkau.
Sejak pagi, warga berdatangan ke lokasi untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan. Program ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membantu meningkatkan derajat kesehatan warga, khususnya di wilayah kepulauan.
Bakti kesehatan tersebut melibatkan tim medis dari Kesdam I/Bukit Barisan yang bekerja sama dengan Yayasan Dr. S. Koffie Foundation, Yayasan Inti Medan, serta tim kesehatan dari Pusat Rehabilitasi Caritas Dorkas Fodo. Kolaborasi lintas lembaga itu memungkinkan pelayanan diberikan kepada masyarakat secara lebih luas dan menyeluruh.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Bakti Kesehatan TNI AD Tahun 2026 tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi warga Kepulauan Nias sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis melalui Pendam I/BB yang diterima redaksi media ini, Rabu (17/6/2026) malam.
Program ini juga disebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan hadirnya layanan kesehatan gratis tersebut. Selain memperoleh pemeriksaan kesehatan, mereka juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan kesehatan.
Bagi masyarakat Kepulauan Nias, kehadiran bakti kesehatan semacam ini tidak hanya menghadirkan layanan medis, tetapi juga memberi rasa diperhatikan. Antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau masih sangat besar di wilayah kepulauan.(*)
(Johannes/Sulaiman)









