Prajurit Yonkav 2/Turangga Ceta Tinggalkan Tank, Turun ke Desa Bantu TMMD di Sragen

Diferensia220 Views

Sragen, Jawa Tengah – Prajurit Batalyon Kavaleri 2/Turangga Ceta yang selama ini akrab dengan kendaraan tempur lapis baja, untuk sementara meninggalkan rutinitas militernya. Mereka turun langsung ke tengah masyarakat, membantu pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang digelar Kodim Sragen di Kabupaten Sragen.

Sebanyak tujuh prajurit dari satuan yang bermarkas di Ambarawa itu diterjunkan untuk memperkuat kegiatan TMMD. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya TNI mendukung percepatan pembangunan desa sekaligus mempererat kemanunggalan dengan rakyat.

Bagi para prajurit kavaleri, tugas ini menghadirkan pengalaman berbeda. Jika biasanya mereka bertugas mengoperasikan tank dan panser dalam skenario tempur, kini mereka terlibat langsung dalam kerja-kerja fisik bersama warga, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sertu Sunardi, salah satu prajurit yang ditugaskan, mengaku harus meninggalkan keluarganya demi menjalankan tugas negara. Ia menyebut keikutsertaannya dalam TMMD sebagai pengalaman pertama yang berkesan.

“Bagi kami, perintah adalah kehormatan. Saya siap menjalankan tugas dari komandan, meskipun harus berpisah sementara dengan keluarga. Justru ini menjadi kesempatan berharga untuk berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Sunardi juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi selama bertugas di lapangan. Perbedaan kondisi geografis dan cuaca antara Ambarawa dan Sragen menjadi hal yang harus segera diadaptasi.

“Kami terbiasa dengan udara yang sejuk di Ambarawa. Saat tiba di Sragen, cuaca terasa jauh lebih panas. Namun, itu bukan kendala. Kami siap bertugas dalam situasi apa pun,” katanya.

Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selain pembangunan fisik, TMMD juga menyasar kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *