Prajurit Kodim Boyolali Dilatih Tangani Konflik Sosial, Utamakan Pendekatan Humanis

Kodim33 Views

Boyolali, Jawa Tengah – Prajurit Kodim 0724/Boyolali mengikuti latihan teknis dan taktis penanganan konflik sosial dengan sistem blok di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (29/4/2026). Latihan ini difokuskan untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam merespons potensi konflik secara humanis dan terukur.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan tugas kewilayahan TNI AD dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam latihan, prajurit dibekali kemampuan mengenali potensi konflik serta menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai karakter permasalahan di lapangan.

Perwira Seksi Operasi Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Muslih mengatakan, latihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas prajurit dalam menghadapi dinamika sosial di wilayah binaan.

“Prajurit harus mampu memahami akar persoalan konflik, baik yang bersifat horizontal antarwarga maupun vertikal antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Muslih.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap faktor pemicu konflik, seperti ketimpangan sosial, sengketa lahan, hingga ketidakpuasan terhadap kebijakan, menjadi dasar penting dalam menentukan pendekatan penyelesaian.

Dalam pelaksanaannya, Kodim 0724/Boyolali juga menekankan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Melalui komunikasi sosial, pelatihan, serta forum diskusi, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam penyelesaian masalah secara damai.

Selain itu, prajurit dilatih mengedepankan pendekatan persuasif dalam situasi konflik yang memanas. Kemampuan komunikasi yang efektif dan teknik mediasi menjadi kunci untuk meredam ketegangan serta membuka ruang dialog antar pihak yang berselisih.

Peran TNI, lanjut Muslih, tidak berhenti saat konflik mereda. Upaya rekonsiliasi pascakonflik juga menjadi bagian penting, antara lain dengan memperkuat kembali hubungan sosial serta membangun kepercayaan di tengah masyarakat.

Melalui latihan ini, Kodim 0724/Boyolali berharap prajurit semakin responsif dan profesional dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial, sekaligus berkontribusi menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *