Di Balik Lensa TMMD Sragen, Jurnalis Lapangan Merawat Fakta dan Kedekatan dengan Warga

Diferensia77 Views

Sragen, Jawa Tengah – Menjadi jurnalis bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk menjaga akurasi informasi di tengah derasnya arus kabar. Di lapangan, kerja jurnalistik menuntut ketekunan, kedekatan dengan narasumber, serta kepekaan membaca realitas sosial yang berkembang.

Dalam konteks itu, peran tim jurnalistik pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen menjadi bagian penting dari upaya menyampaikan informasi yang utuh dan faktual kepada publik.

Sertu Eko Sucipto, yang bertugas sebagai kameramen jurnalistik Penerangan Kodim (Pendim) Sragen, mengemban tanggung jawab tidak hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menggali cerita dari masyarakat di lokasi TMMD. Baginya, proses peliputan bukan sekadar mengambil gambar, melainkan membangun relasi.

“Untuk memperoleh materi yang akurat sebagai bahan rilisan berita, kami harus menggali informasi langsung dari narasumber. Biasanya dengan pendekatan santai, sehingga informasi yang diperoleh tetap valid dan sesuai fakta, lalu dituangkan dalam bentuk cerita yang utuh,” ujar Eko, Kamis (30/4/2026).

Menurut dia, kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam kerja jurnalistik di lapangan. Selain memudahkan pengumpulan data, hal itu juga mempererat hubungan antara TNI dan warga.

“Kalau sudah dekat dengan masyarakat, kita tidak hanya mendapatkan bahan berita, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, peran kehumasan saat ini semakin strategis, terutama dalam menyampaikan berbagai program TNI, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik, kepada masyarakat luas. Melalui publikasi yang tepat, kegiatan TNI diharapkan dapat dipahami sebagai bagian dari upaya bersama mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

Di tengah dinamika informasi yang kian cepat, kerja jurnalistik di lokasi TMMD menjadi pengingat bahwa fakta tetap harus digali langsung dari lapangan dengan empati, kedekatan, dan tanggung jawab.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *