
Maybrat, Papua Barat Daya – Pagi ini, langkah prajurit TNI menyusuri jalan-jalan sederhana di Kampung Bori, wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Mereka tidak sedang berpatroli keamanan, melainkan membawa perlengkapan medis untuk mengunjungi rumah warga satu per satu. Di kampung yang jauh dari fasilitas kesehatan, kehadiran mereka menjadi harapan bagi warga, terutama lanjut usia, yang sulit menjangkau layanan kesehatan.
Prajurit Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/Satya Bhakti Wirottama (SBA), Minggu (22/2/2026), melaksanakan pelayanan kesehatan keliling dengan mendatangi langsung rumah warga di sekitar Pos Bori. Kegiatan ini menyasar warga yang memiliki keterbatasan mobilitas dan akses terhadap fasilitas kesehatan formal.
Di setiap rumah yang dikunjungi, tenaga medis satuan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti mengukur tekanan darah dan mendengarkan keluhan yang dirasakan warga. Selain itu, prajurit juga memberikan obat-obatan dan vitamin secara cuma-cuma, sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan.
Bagi sebagian warga, kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang bermakna. Tanpa harus berjalan jauh atau menempuh medan yang sulit, mereka dapat memperoleh layanan kesehatan langsung di depan rumah mereka sendiri.
Kehadiran prajurit tidak hanya menghadirkan layanan medis, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Percakapan sederhana yang terjalin di sela pemeriksaan menciptakan suasana hangat, sekaligus memperkuat rasa saling percaya antara prajurit dan warga.
Kegiatan pelayanan kesehatan dari pintu ke pintu ini merupakan bagian dari tugas teritorial Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 763/SBA. Selain menjaga keamanan wilayah perbatasan, prajurit juga berperan mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan.
Di wilayah yang aksesnya terbatas, langkah-langkah prajurit yang menyambangi rumah warga menjadi lebih dari sekadar tugas. Kehadiran mereka membawa perhatian, kepedulian, sekaligus memastikan bahwa masyarakat di perbatasan tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Melalui upaya sederhana tersebut, prajurit tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga menjaga kehidupan yang tumbuh di dalamnya, dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah.(*)
(Johannes/Sulaiman)













