Ekspor Legal sebagai Garis Depan, Gus Lilur Bangun Kekuatan Industri Rokok Madura

Ekonomi31 Views

 

Pamekasan, Jawa Timur – Founder dan Owner Rokok Bintang Sembilan, HRM Khalilur R Abdullah Shahlawiy atau Gus Lilur, menempatkan jalur ekspor legal sebagai garis depan dalam membangun kekuatan industri rokok Madura agar mampu bersaing di tingkat regional.

Langkah tersebut ditandai dengan konsolidasi bersama seorang pelaku usaha yang dikenal sebagai pionir eksportir rokok Madura ke pasar Asia dan Eropa secara legal. Pertemuan berlangsung di Pamekasan dan menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi industri berbasis kepatuhan regulasi dan penguatan jaringan pasar.

Gus Lilur menuturkan, perkenalan dengan eksportir tersebut bermula saat ia menyampaikan kendala teknis dan administratif terkait ekspor kepada pejabat Bea Cukai. Dari sana, ia dipertemukan dengan sosok yang disebut sebagai eksportir rokok Madura pertama yang menembus pasar Asia dan Eropa secara legal.

“Beliau diperkenalkan kepada saya sebagai eksportir rokok Madura pertama yang ekspor ke Asia dan Eropa secara legal,” ujar Gus Lilur dalam keterangannya pada awak media pada Sabtu (28/2/2026) malam.

Pengusaha tersebut berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berkeluarga di Sumenep, dan kini bermukim di Pamekasan. Fasilitas produksinya beroperasi di Sumenep dan Pamekasan. Salah satu merek yang telah beredar di pasar nasional sekaligus diekspor adalah EXODUS.

Menurut Gus Lilur, diskusi yang berlangsung hingga menjelang tengah malam itu berfokus pada penguatan fondasi industri, mulai dari kualitas tembakau, racikan saus rokok, manajemen pabrik, hingga tata kelola ekspor sesuai ketentuan hukum.

Ia menilai, banyak pabrik rokok di Madura, tetapi belum semuanya mampu menembus pasar nasional secara luas, apalagi pasar ekspor. Karena itu, disiplin terhadap regulasi dan penguatan jalur legal menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing.

“Ekspor legal harus menjadi garis depan. Dari situlah industri kita bisa naik kelas dan dipercaya pasar internasional,” kata dia.

Gus Lilur juga mengungkapkan, jaringan pasar yang dibangunnya telah menjangkau sembilan negara di Asia. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi modal awal untuk memperluas penetrasi regional melalui sinergi dan pembagian peran yang lebih terstruktur.

Pertemuan itu berujung pada kesepahaman untuk membangun kerja sama bisnis dalam memperkuat ekspor rokok Madura. Identitas mitra usaha tersebut tidak dipublikasikan atas permintaan yang bersangkutan.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari konsolidasi industri lokal menuju skala regional. Dengan menjadikan legalitas sebagai fondasi utama, Gus Lilur menegaskan komitmennya untuk membangun kekuatan industri rokok Madura yang berdaya saing, tertib regulasi, dan berorientasi ekspor.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *