
Trenggalek, Jawa Timur – Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan dalam membangun lingkungan. Hal itu tampak di Dusun Rejosari, Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, saat warga bersama personel TNI dan Polri bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan yang menjadi akses penting bagi aktivitas sehari-hari, Rabu (17/6/2026).
Jalan yang diperbaiki berada di RT 02 RW 01 Dusun Rejosari. Infrastruktur tersebut selama ini menjadi jalur penghubung antarrumah warga sekaligus akses pendukung berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat.
Sejak pagi, warga berdatangan membawa peralatan kerja sederhana. Mereka bersama Babinsa Desa Salamrejo, Sertu Nurhadi dari Koramil 0806-08/Karangan, dan Bhabinkamtibmas Bripka Vito mengangkut material serta meratakan badan jalan. Suasana kerja bakti berlangsung akrab dan penuh semangat kebersamaan.
Bagi warga, perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, terutama saat mengangkut hasil pertanian, mengakses fasilitas pendidikan, maupun menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sertu Nurhadi mengatakan, keterlibatan TNI dan Polri dalam karya bakti merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan desa sekaligus upaya memperkuat kedekatan antara aparat dan masyarakat.
“Pembangunan akan berjalan lebih cepat apabila didukung partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Gotong royong seperti ini penting untuk terus dijaga karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan aparat di tengah masyarakat tidak hanya terkait tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Kehadiran TNI dan Polri juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan warga.
Kegiatan di Rejosari tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat masih menjadi modal sosial yang kuat di pedesaan. Di tengah berbagai tantangan pembangunan, semangat kebersamaan yang tumbuh dari bawah menjadi energi penting untuk mempercepat perbaikan fasilitas umum sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Melalui kerja bakti itu, akses jalan lingkungan diharapkan semakin layak digunakan dan mampu menunjang aktivitas masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kepedulian dan partisipasi warga yang terus menjaga tradisi gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.(*)
(Arwang/Sulaiman)













