
Jakarta, – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan kemampuan menulis merupakan kompetensi penting yang harus terus diasah oleh setiap insan penerangan TNI AD di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi.
Pesan itu disampaikan saat membuka Workshop Menulis Penerangan TNI AD Tahun Anggaran 2026 di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut Donny, keterampilan menulis tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses belajar dan latihan yang berkelanjutan. Karena itu, ia mendorong seluruh personel penerangan TNI AD membiasakan diri menulis agar mampu menghasilkan karya yang berkualitas sekaligus mendukung komunikasi publik institusi.
“Saya ingin seluruh personel jajaran penerangan memiliki kemampuan menulis yang baik. Kemampuan itu harus terus diasah sehingga mampu menghasilkan narasi yang bermanfaat bagi satuan maupun pengembangan diri masing-masing,” ujar Donny.
Ia mengibaratkan proses tersebut dengan pepatah “ala bisa karena biasa”. Semakin sering seseorang menulis, kata dia, semakin kuat keterampilan itu tertanam dan akan lebih mudah digunakan kembali meski sempat lama tidak dipraktikkan.
Workshop tersebut diikuti 130 peserta, terdiri atas 100 peserta yang hadir langsung dan 30 peserta secara daring dari satuan-satuan TNI AD di berbagai daerah. Kegiatan dirancang sebagai lokakarya yang mengombinasikan teori dan praktik, mulai dari mengolah fakta, menentukan sudut pandang, hingga menyusun narasi yang komunikatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
Dalam sesi materi, pakar bahasa Ivan Lanin menjelaskan bahwa menulis bukan kemampuan yang muncul secara alami, melainkan keterampilan yang harus dipelajari dan dilatih. Sebaliknya, kemampuan bercerita merupakan naluri dasar manusia yang dapat dikembangkan menjadi tulisan yang efektif melalui penguasaan struktur, paragraf, kalimat, pilihan kata, dan ejaan.
Sementara itu, penulis sekaligus Produser Bespoke Lab Indira Saraswaty membekali peserta teknik menyusun narasi strategis serta mengemas data dan informasi kedinasan menjadi tulisan yang relevan, menarik, dan mampu membangun opini publik secara konstruktif.
Pada sesi penutup, Kasubdislisstra Dispenad Letkol Inf Fikky Nur Kuncoro Jati memaparkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam proses penulisan. Menurutnya, AI dapat membantu mempercepat pengolahan informasi, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam menghadirkan perspektif, empati, serta tanggung jawab dalam sebuah karya tulis.
“AI dapat membantu kita menemukan kata-kata, tetapi hanya manusia yang mampu memberi tulisan arah, nilai, empati, dan tanggung jawab,” katanya.
Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan Koptu Eko W. Purnomo sebagai pemenang Karya Penulisan Terbaik, disusul Lettu Chk Muhammad Rizky Royhan di posisi kedua dan Serda M. Hasan Azwar di peringkat ketiga. Penghargaan juga diberikan kepada peserta teraktif, yakni Sertu Narotama, Sertu M. Asep, dan Letda Arh Budisep Silalahi.
Menutup kegiatan, Kadispenad melalui sambutan yang dibacakan Sesdispenad Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono mengajak seluruh peserta menjadikan budaya menulis sebagai bagian dari profesionalisme prajurit. Menurutnya, kemampuan menulis yang baik akan memperkuat komunikasi publik TNI AD agar semakin akurat, edukatif, humanis, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.(*)
(Johannes/Sulaiman)







