
Bandarlampung, Lampung – Di tengah arus modernisasi, prajurit Brigif TP 45/Sai Bhumi memilih kembali menapaki akar budaya. Mereka mengikuti latihan Pencak Silat Sekinci Kinci, seni bela diri tradisional khas Lampung, di kawasan Taman Wisata Bendungan Way Rarem, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (24/6/2026).
Latihan tersebut tidak semata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan fisik prajurit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya daerah yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Lampung. Pencak Silat Sekinci Kinci dikenal sebagai salah satu pencak adat asli Lampung yang memuat nilai-nilai filosofis tentang kehormatan, persaudaraan, disiplin, dan penghormatan terhadap sesama.
Menurut keterangan tertulis dari Pendam XXI Radin Inten yang diterima redaksi media ini, Minggu (28/6/2026) dini hari, kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial Kodam XXI/Radin Inten yang mendorong pelestarian kearifan lokal sebagai salah satu unsur penting dalam memperkuat identitas kebangsaan. Melalui pendekatan budaya, TNI berupaya menjaga agar tradisi lokal tetap hidup sekaligus dikenalkan kepada generasi muda.
Selain menjadi sarana pembinaan jasmani, latihan tersebut juga menjadi ruang pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam seni bela diri tradisional. Setiap gerakan tidak hanya melatih ketangkasan, tetapi juga mengandung pesan tentang kebersamaan, tanggung jawab, serta semangat untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter prajurit dalam menjalankan tugas sehari-hari. Disiplin, solidaritas, dan penghormatan terhadap budaya lokal dipandang sebagai modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Melalui latihan Pencak Silat Sekinci Kinci, Brigif TP 45/Sai Bhumi menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni atau masyarakat adat. Institusi negara pun dapat mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya, sehingga tetap relevan dan lestari di tengah perubahan zaman.












