
Sumedang, Jawa Barat – Upaya menjaga ketahanan budaya dan jati diri masyarakat menjadi perhatian tiga lembaga yang merepresentasikan unsur adat dan masyarakat Sumedang, yakni Majelis Adat Sumedanglarang (MASL), Rukun Wargi Sumedang (RWS), dan Yayasan Pangeran Sumedang (YPS). Bertepatan dengan Hari Masyarakat Adat Sedunia, ketiganya mendorong penguatan kebijakan kebudayaan yang tetap berpijak pada kearifan lokal dan sejarah Tatar Sumedang.
Menurut ketiga lembaga tersebut, pelestarian budaya tidak semata berkaitan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga bagian dari menjaga identitas dan ketahanan sosial masyarakat di tengah perubahan zaman.
Mereka juga mendorong evaluasi terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) dan Peraturan Bupati Sumedang Nomor 7 Tahun 2026 tentang Lembaga Kebudayaan. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan regulasi tetap memberikan ruang bagi masyarakat dan lembaga adat dalam menjaga nilai budaya, lingkungan, serta sejarah daerah.
“Adat bukan sekadar pelengkap kegiatan seremonial. Adat merupakan bagian dari tata kehidupan, identitas, dan nilai yang hidup di tengah masyarakat,” demikian pernyataan bersama MASL, RWS, dan YPS.
Bagi ketiga lembaga tersebut, penguatan kebudayaan juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat. Identitas budaya yang kuat dinilai dapat menjadi modal sosial dalam menjaga persatuan, gotong royong, dan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai perubahan.
Mereka menyatakan siap menempuh jalur konstitusional apabila diperlukan untuk memberikan masukan dan menguji kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan masyarakat adat.
Di sisi lain, MASL, RWS, dan YPS membuka ruang dialog dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mencari titik temu antara kebijakan pemerintahan, pembangunan daerah, dan keberlanjutan nilai adat.
“Sumedang tidak boleh kehilangan jiwanya. Predikat Puser Budaya Sunda harus diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan mampu menjaga warisan budaya sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat,” demikian pernyataan tersebut.(*)
(Andy Java/Sulaiman)







