Memasuki Bulan Suro, Korem 081/DSJ Kerahkan 1.517 Personel Jaga Kondusivitas Madiun Raya

Madiun, Jawa Timur – Memasuki bulan Suro atau Muharam 2026, Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) menyiapkan 1.517 personel untuk membantu pengamanan berbagai kegiatan yang digelar perguruan pencak silat di wilayah Madiun Raya. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian agenda tahunan berlangsung.

Bulan Suro memiliki makna khusus bagi masyarakat Madiun Raya. Selain menjadi momentum spiritual dan budaya, periode ini juga identik dengan berbagai kegiatan besar perguruan pencak silat, mulai dari Suran Agung, pengesahan warga baru, hingga ziarah leluhur. Kegiatan-kegiatan tersebut setiap tahun melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.

Madiun dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan pencak silat di Indonesia. Sedikitnya terdapat 14 perguruan silat yang berpusat dan berkembang di kawasan ini. Besarnya jumlah peserta dan massa pendukung yang terlibat membuat pengamanan menjadi perhatian bersama aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Kepala Penerangan Korem 081/DSJ Mayor Inf Ismail menegaskan, TNI siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, perguruan silat, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, perguruan silat, serta seluruh elemen masyarakat agar seluruh agenda Suro dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar Ismail seusai Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Suro di Alun-Alun Kota Madiun, Senin (15/6/2026).

Menurut dia, keterlibatan TNI dalam pengamanan merupakan bagian dari upaya mendukung terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Untuk itu, Korem 081/DSJ bersama satuan jajarannya telah menyiapkan 1.517 personel yang akan disebar di sejumlah titik strategis di wilayah Madiun Raya.

Ismail juga mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi aturan serta kesepakatan yang telah disusun bersama guna mencegah potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menjaga suasana damai dan saling menghormati selama rangkaian agenda Suro berlangsung.

“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Madiun Raya yang aman, damai, dan kondusif menjadi harapan seluruh masyarakat,” katanya.

Perayaan bulan Suro di Madiun Raya selama ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi budaya dan spiritual masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan kedewasaan serta persaudaraan antarkelompok perguruan silat dalam menjaga harmoni sosial di wilayah tersebut.(*)

(Arwang/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *