
Surabaya, – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) diterjunkan ke wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Utara. Ketiganya bertolak ke lokasi bencana pada Senin (29/12/2025) sebagai bagian dari misi kemanusiaan pemulihan pascabencana.
Mereka adalah Julio Gitra Setiawan dan Dhea Arda Noor Syamsu dari UKM WANALA, serta Daffa Brani Achmad Maulana dari Airlangga Photography Society (APS). Ketiganya membawa misi pengabdian, bergabung bersama relawan lintas daerah untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung.
Keberangkatan para mahasiswa ini dilepas secara simbolis oleh Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam operasi kemanusiaan menjadi wujud nyata kepedulian civitas akademika terhadap kondisi bangsa.
“Dengan niat tulus membantu masyarakat di lokasi bencana, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, baik tenaga, material, maupun doa, itu menunjukkan komitmen dan kepedulian. Ini adalah bentuk pengabdian nyata,” tegas Prof. Hery, Rabu (31/12/2025).
Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi itu juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi di medan bencana. Ia mengingatkan bahwa wilayah terdampak masih berada dalam kondisi darurat dan penuh keterbatasan.
“Kita datang sebagai tamu. Harus mampu menempatkan diri, beradaptasi dengan kondisi alam dan sosial. Kita datang dengan niat baik, dan harus pulang membawa kebaikan,” ujarnya.
Bukan Penugasan Perdana
Sementara itu, Pembina UKM WANALA, Nur Aini Hidayati, S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa keterlibatan relawan WANALA dalam misi kebencanaan bukanlah hal baru. Organisasi ini telah berulang kali mengirimkan anggotanya ke berbagai daerah bencana di Indonesia.
“WANALA sudah terbiasa. Saat gempa Lombok, Palu, dan beberapa bencana besar lainnya, kami selalu mengirim relawan. Ketika bencana terjadi, kami bergerak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ketiga mahasiswa tersebut akan ditempatkan di Lhokseumawe, Aceh Utara, dan akan bergabung dengan relawan lainnya dalam membantu proses pemulihan pascabencana, baik secara fisik maupun sosial.
“Semoga mereka berangkat selamat, bertugas dengan baik, dan kembali selamat. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, itu sangat berarti bagi masyarakat di sana. Ini adalah bagian dari keberlanjutan pengabdian UNAIR untuk negeri,” pungkasnya.(*)
Editor: Sulaiman








