
Tulungagung, Jawa Timur – Deru alat pertukangan terdengar dari rumah sederhana milik Minggir Susanto di Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Selasa (30/6/2026). Di antara para pekerja, tampak seorang prajurit TNI ikut mengaduk semen, memplester, dan mengaci dinding ruang keluarga. Ia adalah Babinsa Desa Batangsaren, Serda Mashuri, yang mendampingi pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kehadiran Babinsa bukan sekadar melakukan pengawasan, melainkan turut bergotong royong agar proses pembangunan rumah berjalan lancar. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari peran TNI AD dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Serda Mashuri mengatakan, keterlibatan Babinsa merupakan wujud kepedulian TNI terhadap warga sekaligus memastikan bantuan pemerintah dapat dirasakan secara optimal oleh penerima manfaat.
“Pendampingan ini kami lakukan sambil bergotong royong membantu proses plesteran dan acian dinding rumah Bapak Minggir Susanto. Harapannya, pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga keluarga penerima segera menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan program Rutilahu tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga pada sinergi berbagai pihak, termasuk TNI dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun selama proses pembangunan menjadi modal penting untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Ia berharap rumah yang tengah dibangun itu kelak mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima bantuan sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Program Rutilahu bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah yang layak huni bagi warga kurang mampu. Dalam pelaksanaannya, Babinsa di berbagai daerah kerap terlibat memberikan pendampingan, membantu pekerjaan fisik, serta mendorong partisipasi warga agar pembangunan berlangsung efektif dan tepat sasaran.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, program tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.(*)
(Arwang/Sulaiman)













