Tulungagung, Jawa Timur – Pengabdian seorang prajurit tidak selalu ditunjukkan melalui tugas-tugas di medan operasi. Di tengah hamparan sawah, kedekatan TNI dengan rakyat juga diwujudkan melalui kerja nyata. Hal itu terlihat saat Babinsa Kelurahan Kedungsoko, Koramil 0807/01 Tulungagung, Pelda Nurhariyadi, turun langsung membantu petani menyiapkan benih padi, Sabtu (8/8/2026).
Dengan mengenakan pakaian dinas lapangan, Nurhariyadi tidak ragu berbaur dengan anggota Kelompok Tani (Poktan) Margi Mulyo Makmur. Ia ikut mencabut benih padi di lahan persawahan Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung.
Lumpur yang melekat di tangan dan kaki tidak menyurutkan semangatnya. Bagi Babinsa, berada di tengah petani merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah sekaligus bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan pencabutan benih tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum bibit dipindahkan ke lahan tanam. Penyiapan bibit membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan mendukung hasil panen.
Kehadiran Babinsa di tengah petani juga diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
“Kami sebagai Babinsa akan terus hadir mendampingi para petani, mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan tanaman,” ujar Pelda Nurhariyadi.
Menurutnya, pendampingan kepada petani bukan sekadar membantu pekerjaan di sawah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah binaan.
“Kehadiran kami diharapkan dapat memberikan semangat dan membantu meningkatkan hasil pertanian,” katanya.
Pendampingan Babinsa terhadap petani juga menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan. Di tingkat kewilayahan, ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah hingga aparat teritorial.
Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan sektor pertanian tetap produktif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Nurhariyadi berharap pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendorong para petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan lahan pertanian yang ada.
“Harapannya, pendampingan ini mampu memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas. Dengan pertanian yang maju dan berkelanjutan, kita bersama-sama dapat berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tuturnya.
Bagi TNI, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan salah satu wujud kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat. Prajurit tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan wilayah, tetapi juga membangun kebersamaan dengan warga melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Dari sawah Kedungsoko, semangat itu terlihat sederhana: seorang Babinsa turun langsung ke lahan, bekerja bersama petani, dan ikut memastikan benih yang disiapkan hari ini dapat tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan pangan bagi masyarakat.
Kerja bersama tersebut menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari kebijakan di tingkat pusat. Ketahanan pangan juga tumbuh dari desa dan kelurahan, dari tangan petani, serta dari sinergi seluruh elemen masyarakat.
Melalui pendampingan yang konsisten, TNI berkomitmen terus hadir bersama rakyat untuk mendukung pertanian yang produktif, memperkuat ketahanan pangan, dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.(*)
(Arwang/Sulaiman)














