Blitar, Jawa Timur – Hamparan sawah di Dusun Gunungsari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, menjadi ruang kerja bersama antara petani dan aparat teritorial pada Senin (15/6/2026). Di tengah persiapan musim tanam padi, Babinsa Desa Sidomulyo, Sertu Krida, turut membantu petani mengolah lahan sebagai bagian dari pendampingan ketahanan pangan di tingkat desa.
Kegiatan itu dilakukan dengan membantu petani menyiapkan lahan tanam, mulai dari pengolahan tanah hingga pembersihan saluran irigasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air dan menciptakan kondisi lahan yang optimal sebelum benih padi ditanam.
Menurut Sertu Krida, pendampingan kepada petani merupakan bagian dari upaya mendorong produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Penyiapan lahan yang baik, kata dia, menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko gagal tanam dan menunjang pertumbuhan tanaman pada fase awal.
Di lapangan, kehadiran Babinsa disambut positif oleh para petani. Selain membantu pekerjaan fisik yang cukup berat, pendampingan tersebut juga membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga potensi gangguan hama pada musim tanam mendatang.
Bagi petani di Gunungsari, kerja bersama itu tidak hanya mempercepat proses persiapan lahan, tetapi juga menumbuhkan optimisme menghadapi musim tanam. Interaksi yang terjalin di sawah menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Secara terpisah, Danramil 0808/21 Selorejo menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang selama ini dijalankan TNI AD. Pendekatan yang dekat dengan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Selorejo.
Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan cuaca hingga fluktuasi ketersediaan sarana produksi, kerja sama lintas elemen menjadi salah satu modal penting. Dari petak-petak sawah di Selorejo, upaya menjaga ketahanan pangan nasional dimulai melalui langkah sederhana: menyiapkan lahan, menanam harapan, dan merawat kebersamaan.(*)
Editor: Sulaiman










