
Surakarta, Jawa Tengah – Peran Babinsa di tingkat kelurahan tidak berhenti pada pengamanan wilayah. Di tengah dinamika masyarakat perkotaan, mereka juga dituntut membangun komunikasi dengan pemerintah setempat sekaligus hadir dalam kerja-kerja sosial warga.
Hal itu terlihat dalam kegiatan dua personel Babinsa dari Kodim 0735/Surakarta, Rabu (24/6/2026), di Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, dan Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Di Kepatihan Kulon, Babinsa Koramil 04/Jebres Serka Dominggus dan Koptu Rudy Gunawan menggelar komunikasi sosial bersama perangkat kelurahan di Kantor Kelurahan Kepatihan Kulon, Jalan Abdul Muis Nomor 28.
Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyerap informasi dari masyarakat, memetakan persoalan di lingkungan warga, serta memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi gangguan di wilayah.
Koptu Rudy Gunawan mengatakan, komunikasi langsung dengan perangkat kelurahan penting untuk memastikan arus informasi dari tingkat warga dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.
“Melalui komunikasi sosial, perangkat kelurahan dapat meneruskan masukan dan informasi dari Babinsa kepada warga. Sebaliknya, kami juga lebih cepat mengetahui persoalan yang berkembang di masyarakat sehingga langkah deteksi dini dan pencegahan dapat dilakukan,” ujar Rudy.
Menurut dia, koordinasi yang terbangun secara rutin juga diperlukan untuk menjaga hubungan kerja antara aparat kewilayahan dan pemerintah kelurahan.
Pada hari yang sama, Babinsa Koramil 02/Banjarsari Serma Fajar dan Sertu Sandi terlibat kerja bakti bersama warga di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari.
Kegiatan gotong royong itu difokuskan pada pembersihan lingkungan permukiman warga. Selain menjaga kebersihan, kerja bakti juga menjadi ruang memperkuat interaksi sosial antara warga dan aparat di tingkat kelurahan.
Serma Fajar mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Kerja bakti ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Lingkungan yang terjaga juga dapat mengurangi potensi munculnya penyakit akibat sampah dan kondisi permukiman yang tidak tertata,” kata Fajar.
Ia menambahkan, gotong royong menjadi salah satu modal sosial penting dalam menjaga kebersamaan warga. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat tersebut.
Melalui komunikasi yang intensif dengan pemerintah kelurahan dan keterlibatan langsung dalam kegiatan warga, Babinsa diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial di tingkat lingkungan, sekaligus memastikan persoalan masyarakat dapat direspons sejak dini.(*)
(Arda72/Sulaiman)













