
Boyolali, Jawa Timur – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak kuat mewarnai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Kodim 0724/Boyolali di Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Kamis (14/5/2026).
Memanfaatkan momentum libur tanggal merah, warga bersama personel Satgas TMMD turun langsung ke lokasi pembangunan untuk mempercepat proses pengecoran jalan desa yang menjadi salah satu sasaran fisik utama program tersebut.
Sejak pagi, aktivitas di lokasi pembangunan sudah terlihat ramai. Warga dan anggota Satgas TMMD bahu membahu menyelesaikan pekerjaan, mulai dari mengangkut pasir dan batu, mencampur material cor, hingga meratakan adonan semen di sepanjang badan jalan.
Meski pekerjaan dilakukan di bawah terik matahari dan membutuhkan tenaga ekstra, suasana kekeluargaan tetap terasa hangat. Semangat kebersamaan antara warga dan prajurit TNI menjadi energi tersendiri dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa itu.
Salah seorang warga Dukuh Ngrembes, Minto, mengatakan masyarakat sengaja memanfaatkan hari libur untuk ikut membantu pengerjaan jalan agar proses pembangunan segera rampung dan dapat dimanfaatkan warga.
“Ini jalan desa kami. Jadi kami juga ingin ikut berjuang bersama bapak-bapak TNI supaya pembangunannya cepat selesai dan hasilnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Program TMMD sendiri tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan budaya gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran Satgas TMMD di Desa Kauman pun mendapat sambutan positif dari warga karena dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan desa.
Warga berharap, setelah proses pengecoran selesai, jalan desa tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus membuka peluang peningkatan perekonomian warga setempat.
(Agus Kemplu/Sulaiman)







