
Nganjuk, Jawa Timur – Sebanyak 67 Jembatan Garuda telah dibangun dan dimanfaatkan masyarakat di wilayah Komando Resor Militer 081/Dhirotsaha Jaya (Korem 081/DSJ). Kehadiran jembatan tersebut membantu memangkas jarak dan waktu tempuh warga, terutama di wilayah pedesaan yang sebelumnya terkendala akses menuju sawah, sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan.
Peresmian Jembatan Garuda tersebut dilakukan secara serentak bersama 2.500 jembatan lainnya dan 3.000 titik penyediaan air bersih di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian dipusatkan di Jembatan Garuda Kali Cilodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, dan diikuti secara virtual dari berbagai daerah, Sabtu (13/6/2026).
Di wilayah Korem 081/DSJ, sebanyak 67 Jembatan Garuda telah selesai dibangun dan digunakan masyarakat. Sementara itu, tiga jembatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Hingga saat ini, Jembatan Garuda yang telah terbangun di wilayah kami sebanyak 67 titik dan yang masih dalam progres ada tiga titik,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto di lokasi Jembatan Garuda Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, seusai mengikuti peresmian secara virtual.
Menurut Untoro, pembangunan jembatan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjawab persoalan aksesibilitas yang selama ini dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah pedesaan.
Sebelum jembatan dibangun, sebagian warga harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mencapai lahan pertanian maupun fasilitas umum. Kondisi tersebut berdampak pada waktu tempuh dan biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat.
“Banyak masyarakat yang sebelumnya harus memutar cukup jauh untuk menuju sawah, sekolah, pasar, atau fasilitas kesehatan. Dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya transportasi berkurang, dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar,” ujarnya.
Untoro berharap kemudahan akses tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan akses yang semakin mudah, tentunya kita optimistis hal ini akan mampu berdampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
10 Titik Air Bersih
Selain pembangunan jembatan, Korem 081/DSJ juga membangun fasilitas penyediaan air bersih. Sebanyak 10 titik air bersih telah dibangun dan seluruhnya berada di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Untoro mengatakan penyediaan air bersih ditujukan untuk membantu masyarakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air yang layak.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Setiap hari kita semua membutuhkan air bersih, baik untuk memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. Sehingga kehadiran program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Peresmian Jembatan Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, turut dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan dan fasilitas air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi dan sumber air.(*)
(arwang/sulaiman)












