Tak Hanya Bangun Desa, TMMD Boyolali Hidupkan Nadi Spiritual Warga

Religiusitas77 Views

Boyolali, Jawa Tengah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Kabupaten Boyolali tak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Di Dukuh Ngrembes, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, upaya itu menjalar hingga ke ruang batin warga—menghidupkan kembali denyut spiritual yang menjadi fondasi kehidupan desa.

Jumat (24/4/2026), Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali bersama Kementerian Agama Kabupaten Boyolali menyalurkan bantuan Al-Qur’an ke Masjid Jami Darusallam. Penyerahan berlangsung sederhana dan khidmat, disaksikan anggota TNI, tokoh masyarakat, serta warga yang selama ini menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan.

Bantuan berupa sejumlah mushaf Al-Qur’an tersebut diharapkan tak sekadar menambah fasilitas ibadah, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi belajar dan mengaji, terutama di kalangan generasi muda. Di desa seperti Ngrembes, masjid bukan hanya tempat beribadah, melainkan ruang tumbuhnya nilai, tempat warga meneguhkan kebersamaan, dan anak-anak mengenal ajaran agama sejak dini.

Danramil 17/Wonosegoro, Kapten Inf Dwi Supriyanto, menuturkan bahwa TMMD dirancang sebagai program pembangunan yang utuh. “Kami tidak hanya membangun jalan atau sarana fisik, tetapi juga ingin memperkuat mental dan spiritual masyarakat. Di situlah esensi kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Kementerian Agama Kabupaten Boyolali memandang kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas pembinaan keagamaan hingga ke wilayah pedesaan. Bantuan Al-Qur’an diharapkan mampu mendorong aktivitas keagamaan di Masjid Jami Darusallam semakin hidup, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Respons masyarakat pun hangat. Bagi mereka, kehadiran bantuan tersebut bukan sekadar pemberian, melainkan bentuk perhatian yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari. Semangat gotong royong yang terbangun antara TNI, pemerintah, dan warga kembali terasa nyata.

Di Ngrembes, pembangunan kini tak hanya terukur dari apa yang tampak secara fisik. Dari lembar-lembar Al-Qur’an yang mulai dibaca, tumbuh harapan akan desa yang tak hanya maju, tetapi juga kokoh dalam nilai, religius, dan harmonis.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *