Nobar Piala Dunia di Makodim Wonogiri, Sepak Bola Menjadi Ruang Kebersamaan TNI dan Warga

Wonogiri, Jawa Tengah – Sorak sorai memenuhi Aula Makodim 0728/Wonogiri, Senin (15/6/2026), saat prajurit TNI bersama warga mengikuti nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026. Kegiatan yang digelar dalam program Nobar Kebangsaan itu menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat melalui olahraga yang digemari lintas kalangan.

Nobar tersebut merupakan bagian dari sinergi Kementerian Pertahanan, TNI, dan TVRI dalam memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Sejak pertandingan dimulai, suasana aula tampak hidup. Para peserta yang terdiri atas anggota TNI dan warga sekitar larut dalam jalannya laga yang disiarkan langsung dari Amerika Serikat, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Pertandingan antara Swedia dan Tunisia menjadi perhatian utama peserta yang memenuhi aula.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan hadir bersama para perwira staf. Kehadiran mereka menegaskan komitmen TNI dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, rekreatif, dan memperkuat kohesi sosial.

Bagi Kodim Wonogiri, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi sarana hiburan. Nobar dimanfaatkan sebagai bagian dari pembinaan teritorial dengan pendekatan yang lebih cair dan humanis. Dalam suasana santai, prajurit dapat berinteraksi langsung dengan warga, bertukar cerita, sekaligus memperkuat komunikasi sosial yang selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam pembinaan wilayah.

Beberapa kali sorak kegembiraan pecah ketika peluang emas tercipta di lapangan. Riuh tepuk tangan dan teriakan dukungan mencerminkan antusiasme peserta yang menikmati pertandingan bersama.

Lebih dari sekadar menyaksikan laga sepak bola, kegiatan itu menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan. Di tengah perbedaan latar belakang, olahraga kembali menunjukkan kemampuannya menjadi bahasa universal yang menyatukan masyarakat dan aparat dalam semangat persaudaraan serta kebangsaan.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *