Cirebon, Jawa Barat – Anggota MPR RI Netty Prasetiyani Aher mengajak kalangan serikat pekerja di Kabupaten Cirebon untuk memperkuat solidaritas, menjaga persatuan, serta memperjuangkan kesejahteraan melalui jalur konstitusional.
Ajakan itu disampaikan Netty dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti anggota serikat pekerja dari berbagai sektor di Aula DPD PKS Kabupaten Cirebon, Sabtu (20/6/2026) dan melalui keterangan tertulis kepada media ini, Kamis (25/6/2026).
Menurut Netty, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika perlu menjadi pijakan bersama dalam menghadapi beragam persoalan ketenagakerjaan.
”Pekerja memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Karena itu, nilai-nilai Empat Pilar harus menjadi pedoman untuk memperkuat persatuan, gotong royong, serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan secara konstitusional,” kata Netty.
Anggota Komisi IX DPR RI itu menilai keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam Pancasila, semestinya tidak berhenti sebagai cita-cita normatif. Keadilan sosial harus hadir dalam kebijakan yang menyentuh kehidupan pekerja, mulai dari perlindungan kerja, keselamatan kerja, akses layanan kesehatan, hingga jaminan kesejahteraan bagi keluarga pekerja.
”Pekerja bukan hanya penggerak ekonomi, melainkan juga bagian penting dari kekuatan bangsa. Negara harus hadir untuk memastikan perlindungan, keselamatan kerja, akses kesehatan, serta kesejahteraan yang layak bagi seluruh pekerja Indonesia,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Netty juga mendorong serikat pekerja untuk terus meningkatkan kapasitas anggotanya. Selain memperkuat solidaritas internal, pekerja dinilai perlu aktif menggunakan ruang-ruang demokrasi untuk menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal kebijakan publik.
Ia menekankan bahwa keberagaman latar belakang profesi, organisasi, dan pandangan politik tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman itu dapat menjadi modal sosial untuk membangun daya tawar pekerja sekaligus memperkuat kehidupan berbangsa.
”Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah. Keberagaman harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” tutur Netty.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam format dialog. Sejumlah isu yang mengemuka antara lain perlindungan sosial, kesehatan pekerja, keselamatan kerja, serta tantangan ketenagakerjaan di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.(*)
(Ali Hasibuan/Sulaiman)












