Surabaya, Jawa Timur – Mahasiswa program studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim “The Chosen One” yang beranggotakan Nurul Alfiandy, Muhammad Affan Wiragungsatya, dan Armand Dhiya Rayyan Saputra meraih Juara I dalam ajang Virtual Trading Competition (VTC) UNAI 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Advent Indonesia (GIBEI UNAI) tersebut berlangsung sejak 30 Maret hingga 17 April 2026 secara daring. Setelah melewati tahap penyisihan yang kompetitif, tim UNAIR berhasil melaju ke babak final pada 24 April 2026 dan unggul atas dua finalis lainnya.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan teori manajemen keuangan yang dipelajari di bangku kuliah. Ketua tim, Nurul Alfiandy, menjelaskan bahwa strategi yang digunakan berfokus pada optimalisasi pengelolaan portofolio untuk memperoleh tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) secara maksimal dalam periode tiga minggu perdagangan.
“Kami menggunakan analisis teknikal berbasis data historis untuk menentukan titik masuk dan keluar yang rasional. Pendekatan ini tidak bersifat spekulatif, melainkan mengandalkan perhitungan probabilitas yang terukur,” ujar Alfiandy, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, tim juga menerapkan pendekatan analisis perilaku pasar melalui strategi yang dikenal sebagai “smart money”, yakni dengan mencermati pergerakan investor institusi besar. Pendekatan tersebut membantu tim dalam membaca momentum pasar serta memilih saham dengan likuiditas dan volatilitas yang menguntungkan.
Perjalanan menuju juara tidak sepenuhnya mulus. Pada awal kompetisi, portofolio tim sempat mengalami penurunan hingga 10 persen akibat keputusan transaksi yang kurang optimal. Namun, kondisi tersebut menjadi titik evaluasi penting dalam penerapan manajemen risiko.
“Pengalaman itu mengajarkan kami pentingnya disiplin terhadap rencana perdagangan. Perbaikan strategi pada 7–9 April menjadi titik balik, ketika portofolio berbalik dari minus 10 persen menjadi plus 30 persen,” kata Alfiandy.
Ia menambahkan, seluruh keputusan investasi dilakukan secara transparan dan menjunjung tinggi integritas, tanpa manipulasi data. Kompetisi yang menggunakan platform POEMS ID dari Phillips Sekuritas tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube UNAI.
Ke depan, tim berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus memperdalam kompetensi di bidang keuangan dan investasi, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik di pasar modal.
“Kami ingin terus belajar dan berkontribusi, serta membuktikan bahwa mahasiswa mampu bersaing secara profesional di dunia investasi,” ujarnya.(*)
(Khefti/Sulaiman)













