
Kediri, Jawa Timur – Upaya memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat keluarga terus diperkuat. Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Timur meluncurkan program “Keluarga Siaga” sebagai model penguatan kesehatan keluarga sekaligus kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Program tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur, Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Sp.KKLP., M.MB., Ph.D., Subsp.FOMC., dan Ketua LPBI PWNU Jawa Timur, Moh. Syaiful Amin, di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Rabu (5/8/2026).
Kerja sama berdurasi lima tahun itu mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penguatan pendidikan kedokteran berbasis kebencanaan.
“Keluarga yang sehat merupakan fondasi masyarakat yang tangguh. Melalui kolaborasi ini kami ingin menghadirkan edukasi kesehatan sekaligus membangun kesiapsiagaan bencana berbasis keluarga,” ujar Prof. Rika.
Ia menegaskan, penguatan kapasitas keluarga menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim maupun faktor lainnya.
Ketua LPBI PWNU Jawa Timur, Moh. Syaiful Amin, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (6/8/2026), mengatakan kolaborasi tersebut memadukan kekuatan jejaring Nahdlatul Ulama yang menjangkau hingga tingkat desa dengan kompetensi akademik dan keilmuan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur.
“NU memiliki jaringan yang kuat di masyarakat, sedangkan FK UPN Veteran memiliki sumber daya dan keahlian di bidang kesehatan. Sinergi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan literasi kesehatan sekaligus memperkuat ketangguhan keluarga dalam menghadapi bencana,” katanya.
Peluncuran program “Keluarga Siaga” diawali dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Kesiapsiagaan Kesehatan pada Keluarga yang diikuti warga Desa Tales. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit, penanganan kondisi darurat, serta langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Kepala Desa Tales, Slamet Raharjo, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, Desa Tales merupakan wilayah yang memiliki kerentanan terhadap banjir sehingga peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami mendukung penuh program ini. Harapannya, ilmu yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga Desa Tales semakin sehat, mandiri, dan tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.
Selain meningkatkan literasi kesehatan, program “Keluarga Siaga” juga diarahkan untuk memperkuat indikator ketangguhan keluarga melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan keluarga menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat.
Kolaborasi antara UPN Veteran Jawa Timur dan LPBI PWNU Jawa Timur ini diharapkan menjadi model sinergi perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana, sekaligus dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Jawa Timur.(*)
(Cak Edy/Sulaiman)







