
Cibinong, Jawa Barat – Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) UNAIR memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kunjungan kerja ke Organisasi Riset (OR) Kesehatan BRIN di Cibinong, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi riset penyakit infeksi tropis sekaligus mendukung kemandirian kesehatan nasional.
Rombongan UNAIR dipimpin perwakilan ITD, yakni dr. Priyo Budi Purwono, M.Si., Sp.MK., Ph.D., didampingi Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh., dr. Khanisyah Erza Gumilar, Sp.OG., Subsp.K.Fm., Ph.D., Zayyin Dinana, drh., M.Si., serta jajaran Direktorat Riset dan Inovasi yang diwakili Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes., dan Yanuardi Raharjo, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Kedatangan delegasi UNAIR disambut Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Prof. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si., bersama para Kepala Pusat Riset di bawah OR Kesehatan, meliputi Pusat Riset Biomedis, Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, serta Pusat Riset Veteriner.
Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan atas lawatan BRIN ke ITD UNAIR pada 21 April 2026. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kedua institusi membahas peluang kolaborasi riset yang lebih terintegrasi, khususnya pada bidang penyakit infeksi tropis, pengembangan kelompok riset (research group), hingga penguatan ekosistem penelitian lintas disiplin.
Dalam sambutannya, Prof. Indi Dharmayanti menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Sebagai alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, ia mengaku bangga dapat kembali menjalin kerja sama yang lebih erat dengan almamaternya.
Menurutnya, kolaborasi riset antara BRIN dan UNAIR selama ini telah berjalan melalui jejaring antarpeneliti. Namun, kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang lebih kuat pada level institusi sehingga mampu menghasilkan lebih banyak riset strategis dengan dukungan pendanaan, baik dari BRIN maupun sumber eksternal.
Ia juga membuka peluang pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan doktoral (S3), baik bagi peneliti BRIN yang menempuh studi di UNAIR maupun sebaliknya.
Sementara itu, dr. Priyo Budi Purwono menjelaskan bahwa ITD UNAIR selama lebih dari dua dekade berkomitmen melakukan penelitian terhadap berbagai penyakit infeksi tropis yang masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, seperti tuberkulosis, malaria, hepatitis, hingga penyakit zoonosis.
“Riset yang kami lakukan kini tidak lagi terbatas pada penelitian dasar, tetapi telah berkembang ke arah surveilans penyakit, pengembangan bioproduk berupa obat, vaksin, dan kit diagnostik, hingga uji klinis yang dilaksanakan bersama Rumah Sakit Universitas Airlangga,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Purwo Sri Rejeki menegaskan bahwa Direktorat Riset dan Inovasi UNAIR terus mendorong terbentuknya research group, research center, dan Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) yang mampu menghasilkan inovasi berdaya saing global.
Ia menilai BRIN memiliki berbagai skema pendanaan riset yang dapat dimanfaatkan para peneliti UNAIR untuk memperkuat kolaborasi nasional. Bahkan, terdapat sejumlah topik penelitian strategis yang berpotensi dikembangkan menjadi pusat riset konsorsium bersama antara UNAIR dan BRIN.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan sejumlah fasilitas riset unggulan milik BRIN, termasuk Laboratorium Genomik dan fasilitas Cryogenic Electron Microscopy (Cryo-EM) yang merupakan salah satu fasilitas paling maju di Asia Tenggara. Kedua institusi juga membuka peluang pemanfaatan bersama berbagai infrastruktur riset canggih tersebut guna mempercepat lahirnya inovasi di bidang kesehatan.
Melalui sinergi ini, UNAIR dan BRIN berharap kolaborasi riset tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan inovasi teknologi kesehatan yang mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia.(*)
(Laura/Sulaiman)







