
Tulungagung, Jawa Timur – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tulungagung meresmikan kantor baru sebagai upaya memperkuat koordinasi dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan diskusi ekonomi kawasan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Adi Sucipto, Tulungagung, itu diikuti sekitar 100 peserta, antara lain Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, organisasi perangkat daerah, pengurus KADIN Jawa Timur, serta perwakilan KADIN kabupaten dan kota.
Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan, sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mendukung kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Stabilitas wilayah yang kondusif harus berjalan seiring dengan penguatan sektor usaha agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ketua KADIN Kabupaten Tulungagung Rifqi Firmansyah mengatakan, kantor baru tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi dan kolaborasi pelaku usaha, sekaligus memperkuat peran KADIN sebagai mitra strategis pemerintah.
“Kami ingin KADIN hadir membuka peluang investasi dan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah di berbagai sektor,” katanya.
Ketua KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto menambahkan, KADIN memiliki peran penting dalam menjembatani kepentingan dunia usaha dan pemerintah, termasuk dalam memperluas jejaring investasi dan meningkatkan daya saing daerah.
Menurut dia, kekompakan organisasi dan penguatan jejaring menjadi kunci untuk menarik investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyatakan, pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha guna mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif.
Peresmian kantor baru tersebut diharapkan memperkuat ekosistem usaha di Tulungagung, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.(*)
(Arwang/Sulaiman)













