Blitar, Jawa Timur – Pembangunan Markas Batalyon Infanteri Tim Pertempuran (Yonif TP) di wilayah Kesamben, Kabupaten Blitar, resmi memasuki tahap awal. Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan selamatan pembangunan yang dipimpin langsung Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Virlani Arudyawan, di kawasan RPH Jajagan, BKPH Kesamben, Perhutani KPH Blitar, Dusun Jajagan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 40 peserta itu menjadi penanda dimulainya pembangunan satuan strategis TNI AD yang tidak hanya berorientasi pada penguatan pertahanan negara, tetapi juga diproyeksikan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran perwira Kodim 0808/Blitar, Kepala Desa Jugo Kholid Adnan, Asper BKPH Kesamben Jemiran, Mantri RPH Jajagan Sugeng, personel Koramil 0808/14 Kesamben, unsur kontraktor, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.
Dalam sambutannya, Letkol Inf Virlani Arudyawan menegaskan bahwa kehadiran Yonif TP di Kesamben akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, aktivitas satuan yang nantinya beroperasi di wilayah tersebut akan membuka berbagai peluang usaha baru bagi warga.
“Keberadaan Yonif TP diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Peluang usaha seperti warung makan, jasa laundry, hingga pangkas rambut akan tumbuh seiring aktivitas personel di kawasan ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Dandim menjelaskan bahwa Yonif TP merupakan satuan dengan karakteristik khusus yang tidak hanya memiliki kemampuan tempur, tetapi juga berperan aktif mendukung program prioritas nasional, terutama di bidang swasembada dan ketahanan pangan.
Personel Yonif TP nantinya akan diberdayakan untuk mengelola lahan produktif melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, sekaligus memperkuat pembinaan teritorial bersama masyarakat. Konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional melalui pendekatan pertahanan yang adaptif dan produktif.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Kodim 0808/Blitar juga menerapkan pola padat karya selama proses pembangunan berlangsung. Warga sekitar, khususnya masyarakat Dusun Jajagan, akan diprioritaskan untuk terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi sesuai kebutuhan proyek.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung sejak tahap pembangunan, sekaligus memperkuat hubungan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Tidak hanya itu, Kodim 0808/Blitar memastikan aktivitas pertanian warga tetap menjadi perhatian. Masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan di sekitar lokasi pembangunan tetap diperbolehkan bercocok tanam pada area yang tidak terdampak langsung proyek, sehingga tanaman yang sudah ada dapat dipelihara hingga masa panen.
Letkol Inf Virlani Arudyawan berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus memberikan dukungan terhadap pembangunan Yonif TP yang menjadi salah satu proyek strategis TNI AD di wilayah Blitar tersebut.
“Kami ingin kehadiran Yonif TP tidak hanya memperkuat aspek pertahanan, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah. Dukungan warga menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,” tegasnya.
Acara selamatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon kelancaran seluruh tahapan pembangunan. Kehadiran Yonif TP di Kesamben diharapkan menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus motor baru pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blitar.(*)
Editor: Sulaiman












