
Surakarta, Jawa Tenga – Babinsa jajaran Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta terus memperkuat pembinaan teritorial melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Selain menanamkan wawasan kebangsaan dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah, Babinsa juga mengajak warga mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Dua kegiatan tersebut dilakukan Babinsa Kelurahan Kepatihan Wetan Sertu Budiono dan Babinsa Kelurahan Purwodiningratan Serka Suparno di wilayah Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, dalam dua hari terakhir.
Serka Suparno memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan anti-perundungan kepada siswa SMP Negeri 14 Surakarta, Senin (31/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut diarahkan untuk membangun karakter disiplin, memperkuat rasa nasionalisme, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.
Dalam pembekalannya, Serka Suparno mengingatkan para siswa mengenai pentingnya persatuan, sikap saling menghormati, serta kepatuhan terhadap aturan sekolah. Menurut dia, nilai-nilai kebangsaan dapat dimulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus menghargai guru, teman, dan perbedaan latar belakang. Dari hal kecil inilah persatuan dimulai,” ujarnya.
Materi juga menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang dapat mengganggu rasa aman dan kenyamanan siswa di sekolah. Para siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk perundungan serta didorong untuk berani menolak dan melaporkan tindakan tersebut kepada guru.
“Jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman untuk belajar. Stop bullying, mulai dari diri kita sendiri,” kata Serka Suparno.
Pihak sekolah menyambut positif pembekalan tersebut. Kegiatan pembinaan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menghormati sesama sekaligus mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.
Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Pupuk
Upaya pembinaan teritorial juga dilakukan Sertu Budiono dengan mengajak warga Kelurahan Kepatihan Wetan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Kegiatan penyuluhan yang berlangsung di kediaman Ketua RT 07/RW 01, Agus Sriyanto, Jalan Sangihe, Minggu (30/8/2026), tersebut diikuti warga dan kader PKK setempat.
Dalam kegiatan itu, Sertu Budiono mempraktikkan pembuatan komposter sederhana dengan memanfaatkan wadah bekas air mineral. Warga diajak memilah sampah organik dan memasukkannya ke dalam wadah agar dapat mengalami proses penguraian dan dimanfaatkan menjadi pupuk.
“Kita manfaatkan barang bekas yang ada di rumah. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, warga juga bisa mendapatkan pupuk untuk tanaman,” ujar Budiono.
Menurut dia, pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo.
Selain berdampak terhadap kebersihan lingkungan, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos juga dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga karena mengurangi kebutuhan membeli pupuk untuk tanaman di lingkungan rumah.
Warga menyambut baik praktik tersebut karena bahan yang digunakan relatif mudah diperoleh. Mereka diharapkan dapat menerapkan pembuatan komposter secara mandiri di rumah masing-masing.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan teritorial Babinsa tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Melalui edukasi di sekolah dan pendampingan kepada warga, Babinsa berupaya membangun kesadaran, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta ketahanan lingkungan di wilayah binaannya.(*)
(Arda72/Sulaiman)













