
Sorong, Papua Barat Daya – Upaya memperkuat koordinasi antara sektor pertahanan dan industri hulu migas terus dilakukan di kawasan timur Indonesia. Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong menerima kunjungan kerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Papua-Maluku (Pamalu) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petronas Bobara di Markas Kodaeral XIV Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (12/6/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung Komandan Kodaeral XIV Sorong Laksamana Muda TNI Djatmoko didampingi Wakil Komandan Kodaeral XIV Laksamana Pertama TNI Tomy Herlambang serta jajaran pejabat utama Kodaeral XIV. Rombongan dipimpin Kepala Perwakilan SKK Migas Papua-Maluku Mardianto dan Vice President SCM & Business Support Petronas Bobara Fery Sarjana.
Pertemuan yang berlangsung di ruang audiensi Mako Kodaeral XIV itu menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara aparat pertahanan dan pelaku industri hulu migas yang beroperasi di wilayah Papua dan Maluku.
Dalam kesempatan tersebut, Djatmoko menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor guna menjaga kelancaran operasional industri strategis nasional. Menurut dia, forum semacam itu tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga ruang diskusi untuk mengidentifikasi serta mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan.
“Koordinasi yang baik diperlukan untuk mengantisipasi tantangan dari aspek teknis, keamanan, maupun lingkungan sehingga kegiatan operasional dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan SKK Migas dan Petronas Bobara menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Kodaeral XIV. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak memaparkan sejumlah rencana kegiatan serta perkembangan operasional di wilayah kerja masing-masing.
Diskusi juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan migas di lapangan, terutama terkait keamanan dan stabilitas wilayah yang menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan investasi dan produksi energi nasional.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Selain membahas isu-isu strategis, kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol kerja sama dan komitmen memperkuat sinergi antarlembaga, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama di Markas Kodaeral XIV Sorong.
Penguatan koordinasi antara TNI AL, SKK Migas, dan pelaku industri hulu migas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya energi nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.(*)
(Jacob Sumampouw/Sulaiman)







