Blitar, Jawa Timur – Upaya memperkuat ketahanan pangan dilakukan melalui pembangunan jaringan irigasi tersier di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (24/6/2026).
Pembangunan saluran irigasi tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh Babinsa Desa Krisik Koramil 0808/15 Gandusari Koptu Edi H, Kelompok Tani Nuju Makmur 1, serta warga setempat. Kegiatan itu merupakan bagian dari program TNI Manunggal Air.
Saluran irigasi dibangun di kawasan persawahan RT 01 RW 03 Desa Krisik. Infrastruktur ini ditujukan untuk memperlancar dan meratakan distribusi air ke sejumlah petak sawah warga.
Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok tani dan warga melakukan penggalian saluran, penataan batu, hingga pengecoran dinding irigasi. Koptu Edi H turut terlibat dalam pekerjaan di lapangan bersama warga.
Menurut Edi, pembangunan jaringan irigasi tersier menjadi salah satu langkah untuk menjawab persoalan pengairan yang masih dihadapi petani, terutama ketika pasokan air tidak dapat menjangkau seluruh lahan secara optimal.
“Saluran yang lebih permanen diharapkan dapat mengurangi kebocoran air dan membuat distribusinya lebih efektif,” ujarnya.
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama untuk tanaman padi dan palawija. Dengan saluran irigasi yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengatur masa tanam secara lebih terencana serta meningkatkan hasil panen.
Perwakilan Poktan Nuju Makmur 1 menyambut baik pembangunan tersebut. Mereka menilai keterlibatan Babinsa tidak hanya membantu dari sisi tenaga, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong di tengah warga.
“Petani sangat terbantu. Babinsa tidak hanya hadir memberi arahan, tetapi juga ikut bekerja bersama kami,” kata perwakilan kelompok tani itu.
Pembangunan irigasi tersier di Desa Krisik diharapkan menjadi penopang bagi keberlanjutan pertanian warga, sekaligus memperkuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga produksi pangan di tingkat desa.(*)
Editor: Sulaiman














