TMMD Wonogiri Rampung, Jalan Desa hingga Rumah Warga Diperbaiki

Diferensia, Kodam152 Views

Wonogiri, Jawa Tengah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026). Selama hampir satu bulan pelaksanaan, program terpadu tersebut menghasilkan sejumlah pembangunan infrastruktur desa sekaligus kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Penutupan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Desa Kembang. Upacara dihadiri Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudhistira, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta ratusan prajurit TNI-Polri dan masyarakat setempat.

Dalam amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro, disebutkan bahwa TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa. Tema tersebut menegaskan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pemerataan pembangunan nasional.

“Pembangunan dari desa merupakan strategi untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” kata Andhy Kusuma saat membacakan amanat Pangdam.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan selaku Komandan Satuan Tugas TMMD menjelaskan bahwa program yang dimulai pada 10 Februari 2026 itu mencakup berbagai kegiatan fisik dan nonfisik yang dilaksanakan bersama masyarakat.

Pada kegiatan fisik, satgas TMMD bersama warga membangun dan memperbaiki sejumlah infrastruktur desa, antara lain pembangunan rabat jalan beton di beberapa titik yang menghubungkan antardusun, pembangunan talud penahan tanah, pengadaan satu unit sumur bor untuk penyediaan air bersih, serta rehabilitasi Masjid Al-Huda.

Selain itu, program juga mencakup perbaikan rumah tidak layak huni bagi 10 keluarga serta pembangunan lima unit jamban untuk meningkatkan sanitasi warga.

Menurut Rodricho, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses transportasi warga sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas umum di desa.

“Program ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam membangun desanya,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan sejumlah kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh berbagai instansi pemerintah daerah, TNI, serta Kepolisian Resor Wonogiri.

Berbagai penyuluhan yang diberikan antara lain terkait kesehatan, wawasan kebangsaan, serta keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat desa.

Program TMMD sendiri merupakan kerja sama terpadu antara TNI, kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta kepolisian untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, terutama daerah tertinggal dan terpencil.

Membangun Bersama

Usai upacara penutupan, rombongan Kasdam IV/Diponegoro meninjau sejumlah kegiatan masyarakat yang digelar di sekitar lokasi acara, di antaranya pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), layanan pengobatan gratis, serta perpustakaan keliling bagi anak-anak desa.

Kegiatan juga diakhiri dengan penanaman pohon di sekitar lapangan desa sebagai simbol keberlanjutan pembangunan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui program TMMD, pemerintah berharap desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing di masa depan.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *