
Wonogiri, Jawa Tengah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Wonogiri resmi ditutup, Kamis (21/5/2026). Selama sebulan pelaksanaan, program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat itu menuntaskan sejumlah pembangunan infrastruktur desa serta kegiatan pemberdayaan warga.
Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, dipimpin Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihauan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Penutupan ditandai dengan penandatanganan naskah penutupan program TMMD.
Dalam kesempatan itu, Dandim membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin. Pangdam menegaskan, TMMD mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” sebagai penekanan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Pembangunan desa menjadi strategi untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rodricho saat membacakan amanat Pangdam.
Menurut dia, desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing. Karena itu, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik.
Dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung tahap II ini, sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan, mulai dari pembukaan dan perbaikan jalan desa, pembangunan serta rehabilitasi jembatan, hingga pembangunan saluran air dan irigasi yang dibutuhkan warga.
Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan nonfisik juga digelar melalui penyuluhan, sosialisasi, dan pembekalan kepada masyarakat. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, melibatkan narasumber dari kementerian, lembaga pemerintah, serta dinas terkait.
Pangdam IV/Diponegoro dalam amanatnya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Forkopimda, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, dan warga yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD.
“Semangat gotong royong dan kebersamaan selama pelaksanaan TMMD menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan di pedesaan,” katanya.
Ia berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat dirawat bersama agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)













