
Surakarta, Jawa Tengah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II yang dilaksanakan Kodim 0735/Surakarta di Desa Krajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, memasuki tahap akhir. Hingga hari ke-28 pelaksanaan, progres pengerjaan infrastruktur telah mencapai 97 persen.
Semangat gotong royong antara prajurit TNI dan warga masih terlihat dalam penyelesaian sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan sejak awal program. Selain mempercepat pembangunan desa, TMMD juga menjadi ruang kolaborasi antara aparat dan masyarakat.
Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
“TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga wujud kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Arief, Selasa (19/5/2026).
Salah satu sasaran utama TMMD kali ini ialah pembangunan talud beton di lingkungan Desa Krajan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur tanah, mengendalikan aliran drainase, sekaligus mencegah longsor yang berpotensi merusak jalan maupun bangunan warga.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga bakti sosial bagi warga sekitar.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut pun cukup tinggi. Warga menilai pembangunan talud memberikan dampak langsung terhadap keamanan lingkungan mereka, terutama saat musim hujan.
“Kami senang desa kami mendapat program TMMD. Talud ini sangat membantu karena sebelumnya kondisi tanah rawan terkikis air. Sekarang lebih kuat dan kami merasa lebih aman,” ujar Suwarno, warga Desa Krajan.
Kodim 0735/Surakarta bersama Koramil 04/Jebres optimistis seluruh sasaran TMMD dapat rampung 100 persen sesuai jadwal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Krajan, Mojosongo, Kecamatan Jebres.(*)
(Arda72/Sulaiman)







