Semangat Sportivitas dari Bekasi, Masduki Cup Dorong Lahirnya Atlet Tenis Meja Berprestasi

Bekasi, Jawa Barat – Semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda mengemuka dalam Turnamen Tenis Meja H Masduki Cup 2026 di Lapangan Tenis Meja Ar-Royan Family Residence, Kompleks Masjid Ar-Royan, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari itu resmi ditutup pada Minggu (21/6/2026) malam. Ajang tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dari sedikitnya 15 klub persatuan tenis meja (PTM) asal Bekasi dan Jakarta.

Kegiatan yang digelar melalui swadaya masyarakat itu tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan atlet dan penguatan karakter generasi muda melalui olahraga.

Ratusan warga, keluarga atlet, tokoh masyarakat, pengurus karang taruna, serta penggemar olahraga memadati arena pertandingan untuk menyaksikan partai-partai final. Dukungan penonton mengiringi pertandingan yang berlangsung kompetitif, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Penutupan turnamen dilakukan oleh Rektor Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Masduki Ahmad. Selain memprakarsai turnamen, Masduki juga aktif mendorong kegiatan pembinaan tenis meja di lingkungan Ar-Royan.

Dalam sambutannya, Masduki mengatakan, prestasi olahraga tidak lahir secara tiba-tiba. Prestasi, menurut dia, membutuhkan proses pembinaan yang panjang, lingkungan yang mendukung, serta budaya disiplin yang dibangun sejak usia dini.

”Turnamen ini bukan hanya tentang mencari juara. Yang lebih penting adalah membangun semangat juang, disiplin, persaudaraan, dan sportivitas. Dari proses seperti inilah atlet-atlet berprestasi dapat lahir,” kata Masduki.

Ia berharap Lapangan Tenis Meja Ar-Royan Family Residence dapat terus berkembang menjadi ruang pembinaan bagi atlet muda. Menurut dia, atlet besar tidak selalu lahir dari fasilitas yang serba lengkap, tetapi dapat tumbuh dari komunitas yang memiliki kesungguhan dan kepedulian terhadap pembinaan.

”Dari lapangan sederhana ini, kita berharap akan lahir atlet nasional, bahkan atlet yang mampu membawa nama Indonesia di tingkat Asia dan dunia. Prestasi besar selalu dimulai dari latihan yang konsisten dan mimpi yang dirawat bersama,” ujarnya.

Masduki juga mengapresiasi keterlibatan warga dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan, kata dia, terlaksana berkat gotong royong panitia, donatur, peserta, serta masyarakat sekitar.

”Kegiatan ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kekuatan besar untuk membangun ruang-ruang positif bagi generasi muda. Ketika warga bergerak bersama, olahraga dapat menjadi sarana memperkuat persatuan sekaligus melahirkan prestasi,” katanya.

Ketua Panitia H Masduki Cup 2026 Sadeq Reza mengatakan, antusiasme peserta menunjukkan tenis meja masih diminati masyarakat. Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda rutin dan membuka kesempatan lebih luas bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan.

”Kami ingin lapangan ini menjadi tempat pembinaan, bukan hanya tempat bertanding. Anak-anak dan remaja harus memiliki ruang untuk berlatih, berkompetisi secara sehat, dan belajar menghormati lawan,” ujar Sadeq, yang juga mahasiswa UIA.

Suasana penutupan semakin semarak dengan pertandingan ekshibisi yang mempertemukan sejumlah pemain terbaik. Reli panjang dan permainan cepat memancing tepuk tangan penonton yang memenuhi area pertandingan.

Pada nomor tunggal putra, Awenk dari PTM Olland meraih juara pertama setelah mengalahkan Riva dari PLI dalam pertandingan final yang berlangsung ketat. Para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, dan hadiah yang diserahkan langsung oleh Masduki.(*)

(Ervan/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *