
Surabaya, Jawa Timur – Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Al Hikmah Surabaya memperkuat kualitas sumber daya pendidiknya melalui pembinaan khusus bagi seluruh guru ekstrakurikuler. Langkah ini menjadi bagian dari strategi sekolah untuk membangun budaya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berlandaskan karakter, kepemimpinan, dan adab.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lobi SMP Al Hikmah Surabaya, Jumat (10/7/2026), tersebut diikuti sekitar 20 guru ekstrakurikuler. Pembinaan difokuskan pada penyamaan visi, peningkatan kompetensi, hingga penguatan kemampuan menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Kepala Bidang Ekstrakurikuler Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah, Mohammad Sodiqin, menegaskan bahwa guru ekstrakurikuler memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan peserta didik.
“Kepemimpinan yang dimulai dari diri sendiri merupakan fondasi utama menuju kepemimpinan yang lebih luas. Kualitas pribadi seorang guru akan menentukan kualitas budaya sekolah dan karakter peserta didik,” ujarnya.
Selain membangun karakter kepemimpinan, para guru juga dibekali prosedur penanganan situasi darurat saat kegiatan ekstrakurikuler berlangsung.
Menurut Sodiqin, setiap guru harus mampu merespons krisis secara cepat, tepat, dan sistematis melalui tiga tahapan utama, yakni Problem Report, Problem Analyze, dan Problem Solver.
Tahap pertama dilakukan dengan mengidentifikasi secara akurat kondisi yang terjadi melalui pengumpulan informasi dari peserta didik maupun saksi di lokasi. Selanjutnya dilakukan analisis penyebab insiden sebelum menentukan langkah penanganan yang tepat, mulai dari memberikan pertolongan pertama hingga membawa siswa ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.
“Ketika seluruh prosedur dijalankan secara sistematis, situasi krisis akan lebih mudah dikendalikan dan risiko dapat diminimalkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Al Hikmah Surabaya, Abu Said Qhodri, menekankan bahwa prestasi peserta didik harus dibangun di atas fondasi adab yang kuat.
Ia mendorong setiap guru ekstrakurikuler untuk terus memotivasi siswa mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik dengan target minimal satu prestasi bagi setiap siswa dalam satu semester.
Namun demikian, menurutnya, pencapaian prestasi tidak boleh mengabaikan pembentukan karakter. “Tidak masalah kehilangan beberapa menit, bahkan satu pertemuan penuh, untuk menanamkan adab kepada peserta didik. Prestasi yang dibangun di atas karakter akan melahirkan generasi yang tangguh dan bermartabat,” tegasnya.
Pada sesi penutup, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Susiani Setyaningsih, memberikan apresiasi kepada para guru ekstrakurikuler yang menunjukkan kinerja terbaik, mulai dari nilai supervisi tertinggi, penyusunan modul ajar terbaik, hingga kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembinaan kepada peserta didik.
Melalui pembinaan ini, SMP Al Hikmah Surabaya menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan generasi berkarakter, berjiwa pemimpin, serta mampu meraih prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai adab sebagai fondasi utama pendidikan.(*)
(Rafel/Sulaiman)













