
Pamekasan, Jawa Timur – Sebanyak 130 pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Student Summit Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur 2026 di SDIT Multazam Pamekasan, 22-28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter dan kepemimpinan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat agar memiliki mental adaptif, mandiri, serta siap menghadapi perubahan zaman.
Peserta datang dari sejumlah daerah, antara lain Banyuwangi, Jember, Kediri, Pare, Malang, Lamongan, Sumenep, dan Pamekasan. Mereka terdiri atas peserta pelatihan, instruktur, serta panitia yang terlibat dalam rangkaian pembinaan selama tujuh hari.
Mengangkat tema “Meneguhkan Mental Adaptif Pelajar dalam Menghadapi Tantangan Kemandirian Hidup Melalui Penanaman Nilai-Nilai Tauhid”, kegiatan tersebut menekankan penguatan daya tahan karakter, kemampuan berorganisasi, serta kesiapan pelajar dalam merespons perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Perwakilan Keluarga Besar PII Pamekasan, Dr Ari Yanuar Rahmanto, mengatakan pelajar perlu dipersiapkan bukan hanya untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan kemampuan memimpin.
“PII merupakan tempat belajar berjuang, belajar meraih kesuksesan, dan belajar menjadi pemimpin. Di sini pelajar belajar, berdakwah, serta mengembangkan potensi dirinya secara seimbang,” ujar Ari saat membuka kegiatan, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, pengalaman berorganisasi penting untuk melatih disiplin, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut dibutuhkan pelajar dalam menghadapi persaingan dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks.
“Pelajar harus mampu berprestasi di sekolah maupun di organisasi. Keduanya adalah sarana pembelajaran yang membentuk karakter, kapasitas, dan kepemimpinan seseorang,” katanya.
Ketua PII Pamekasan, Mikhail, menyampaikan bahwa Student Summit 2026 merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menyiapkan kader pelajar yang berdaya tahan dan tidak mudah goyah menghadapi perubahan.
“Kami ingin melahirkan pelajar yang memiliki mental adaptif, mampu menghadapi perkembangan teknologi, mempunyai kemandirian hidup, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tauhid,” ungkapnya.
Dalam rangkaian Leadership Basic Training, para peserta memperoleh materi keislaman, kepemimpinan, pengembangan karakter, dan keterampilan hidup. Mereka juga dilatih meningkatkan keberanian berbicara di depan umum, kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kerja sama tim, serta rasa percaya diri.
Berbagai materi itu dikemas melalui diskusi, simulasi kepemimpinan, pelatihan kelompok, dan pembinaan karakter. Pola pembelajaran tersebut diharapkan membentuk pelajar yang sigap mengambil keputusan, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki orientasi pengabdian kepada masyarakat.
Selama sepekan, Student Summit PII Jawa Timur juga menjadi ruang konsolidasi pelajar lintas daerah. Pertemuan ini diharapkan memperkuat jejaring antarpelajar sekaligus menumbuhkan semangat persatuan, kepedulian sosial, dan kesiapan generasi muda untuk mengambil peran bagi bangsa.
Melalui kegiatan ini, PII Pamekasan menegaskan komitmennya untuk membina generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(*)
Editor: Sulaiman







