Menembus Keterbatasan, Sumur Bor Hadir untuk Masyarakat di Pedalaman Papua Selatan

Mappi, Papua Selatan – Upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua Selatan terus dilakukan. Kali ini, Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 123/Rajawali membangun sumur bor di lingkungan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Agham, Distrik Mambioman Bapai, Kabupaten Mappi, sebagai solusi atas kebutuhan air bersih yang selama ini masih menjadi tantangan bagi warga setempat.

Pembangunan sumur bor yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) tersebut dipimpin langsung Komandan Satgas Yonif 123/Rajawali Letkol Inf Anhar Agil Gunawan. Kehadiran fasilitas air bersih itu diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh jemaat gereja, tetapi juga masyarakat sekitar yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air layak konsumsi.

Di sejumlah wilayah pedalaman Papua Selatan, akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar yang berpengaruh terhadap kualitas kesehatan, sanitasi, dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, penyediaan sarana air bersih dinilai menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak.

Komandan Satgas Yonif 123/Rajawali Letkol Inf Anhar Agil Gunawan mengatakan, selain menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan, personel TNI juga berupaya berkontribusi dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap sumur bor ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk mendukung kesehatan, aktivitas sehari-hari, maupun kegiatan peribadatan,” ujarnya.

Menurut Anhar, keberadaan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Agham sebagai salah satu pusat aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat menjadikan lokasi tersebut strategis untuk pembangunan fasilitas air bersih yang dapat dimanfaatkan secara bersama.

Warga setempat menyambut baik pembangunan sumur bor tersebut. Kehadirannya diharapkan mampu mengurangi kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan air sering menjadi persoalan.

Program pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan teritorial yang dijalankan Satgas Yonif 123/Rajawali selama bertugas di wilayah perbatasan RI-PNG. Selain menjaga keamanan, satgas juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan sarana air bersih.

Melalui pembangunan sumur bor tersebut, harapan akan kehidupan yang lebih sehat dan layak bagi masyarakat pedalaman Papua Selatan perlahan mulai terwujud. Di tengah keterbatasan yang masih dihadapi, setidaknya kini akses terhadap air bersih semakin dekat dengan kehidupan warga.(*)

(Jhonni/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *