Mahasiswa KKN UNAIR Tinggalkan Jejak Manfaat Berkelanjutan di Sobrah dan Mojoasem

Edukasi27 Views

Surabaya, Jawa Timur – Program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat Desa Sobrah dan Kelurahan Mojoasem, Kabupaten Gresik. Selama satu bulan pengabdian, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menghadirkan solusi yang menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan keluarga.

Di Desa Sobrah, mahasiswa BBK 7 menginisiasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami dari daun serai dan kulit jeruk. Produk sederhana ini dipilih karena mudah dibuat, terjangkau, dan efektif membantu pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Lebih dari sekadar menghasilkan produk, kegiatan tersebut juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya upaya preventif berbasis lingkungan.

Kontribusi mahasiswa juga terasa kuat di sektor pendidikan. Kepala SD Negeri Sobrah, Devie, mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang membawa suasana baru dalam proses belajar-mengajar.
“Ketika mahasiswa datang, magnetnya luar biasa bagi anak-anak. Kehadiran mereka memberi penyegaran, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi kami para guru,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Apresiasi serupa disampaikan Kepala MI Al Hikmah Sobrah, Erna. Ia menilai program seperti Sobrah English Camp memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan berkesan bagi siswa. “Pembelajaran bersama mahasiswa menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak,” katanya.

Di bidang lingkungan, mahasiswa turut menjawab persoalan limbah pertanian melalui program pemanfaatan sekam padi menjadi arang sekam. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sobrah, Anam, menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan warga.
“Mayoritas warga di sini petani. Program arang sekam sangat membantu karena limbah pertanian bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujarnya.

Selain program, sikap mahasiswa selama pengabdian juga meninggalkan kesan mendalam. “Anak-anaknya baik, sopan, dan pintar. Kehadiran mereka menyenangkan,” tambah Anam.

Manfaat serupa dirasakan warga Kelurahan Mojoasem. Berbagai program mahasiswa BBK 7 UNAIR dinilai membantu, terutama dalam mendukung pendidikan anak-anak.
“Sebulan memang waktu singkat, tetapi kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama lewat les malam untuk anak-anak,” kata Khusnul, anggota PKK Mojoasem.

Program pemberdayaan keluarga yang bersifat praktis juga dinilai memberi dampak jangka panjang, seperti kegiatan memasak makanan bergizi dan pembuatan teh bunga telang. “Program seperti ini mudah dipraktikkan dan tidak mudah dilupakan. Bibit bunga telang yang diberikan juga sudah kami tanam semua,” ujar Khusnul.

Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, mahasiswa BBK 7 UNAIR dinilai mampu membangun kedekatan sosial dengan masyarakat dalam waktu singkat. “Programnya bermanfaat dan mahasiswa cepat menyatu dengan warga. Semoga ilmunya membawa manfaat bagi kami, dan mereka juga belajar banyak selama di sini,” kata Khusnul.

Secara keseluruhan, KKN-BBK 7 Universitas Airlangga tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui penguatan pendidikan, pemanfaatan potensi lokal, serta terbangunnya relasi sosial yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat.(*)

(Khefti/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *