TMMD Sengkuyung Gelar Penyuluhan Stunting dan Penyuluhan Parenting di Era Digital

Edukasi135 Views
Giat non fisik Satgas TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2023 Kodim 0724 di Desa Blagung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, dengan penyuluhan Parenting Remaja di Era Digital dan penyuluhan kesehatan dan penanganan stunting, Sabtu (3/6/2023). (foto: Agus kemplu)

BOYOLALI – Kegiatan non fisik yang dilakukan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2023 Kodim 0724 di Desa Blagung Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali dengan penyuluhan Parenting Remaja di Era Digital dan penyuluhan kesehatan dan penanganan stunting, pada Sabtu (3/6/2023).

Kegiatan non fisik yang digelar di Pendopo Balai Desa Blagung ini diisi oleh tim penggerak PKK Kabupaten Boyolali yang dihadiri oleh unsur PKK Forkompincam Simo dan Kepala Desa Blagung serta  diikuti lebih dari 35 warga yang tergabung dalam kader posyadu

Nara sumber dari tim penggerak PKK kabupaten Boyolali Ibu Yulius menyampaikan, Dampak positif globalisasi adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga mempermudah seseorang untuk memperoleh berbagai informasi yang tidak terbatas. Informasi dapat berupa hiburan, pengetahuan dan teknologi, yang diperoleh dan berbagai cara seperti, TV, Video, Film-Film, Internet serta bahaya narkoba.

Kemudahan informasi memang memuaskan rasa ingin tahu kita serta dapat mengubah nilai dan pola hidup seseorang, termasuk sikap orang tua terhadap anaknya dan pola asuh yang diterapkan dalam mendidik anak dan remaja.

Dampak negatif era globalisasi ini lebih cepat diadopsi oleh anak- anak sehingga mereka sangat rentan terhadap pengaruh negatif globalisasi tersebut.
Bagaimana semua informasi dan pengaruh itu agar tidak berdampak buruk?

Sebagai orang tua tentu berharap mereka dapat menyaring informasi apa yang berguna yang patut dicontoh dan apa yang dapat merugikan yang harus dijauhinya. Kepandaian anak dan remaja dalam menyiasati hal tersebut tentu tidak lepas dan peran orang tua dalam memberikan pola asuh dan pendidikan yang tepat bagi anak – anaknya dan orang – orang yang ada di sekeliling kita.

Nara sumber Ibu Helmi dari tim kesehatan menuturkan faktor penyebab stunting antara lain pola pengasuhan balita yang salah, kekurangan gizi pada bayi, asupan makanan kurang bergizi dan kurangnya kebersihan lingkungan tempat tinggal serta pernikahan usia dini.

“Dampak dari stunting di antaranya terjadi gangguan pertumbuhan fisik, metabolisme dan jangka panjangnya anak-anak menjadi kurang cerdas dan anak menjadi sering sakit, ” ujarnya.

Sedangkan untuk mencegah stunting adalah dengan cara pola asuh balita yang baik, asupan gizi yang baik pada balita dan kesehatan serta sanitasi lingkungan yang sehat dan bersih serta  rutin ikut Posyandu.

(Agus Kemplu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *