Luapan Sungai Putus Akses, TNI dan Tim Reaksi Cepat Evakuasi dan Atur Lalu Lintas

Lingkungan29 Views

Trenggalek, Jawa Timur – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Kamis (19/2/2026) siang, menyebabkan Sungai Karang di Desa Wonocoyo meluap dan menggenangi Jalan Raya Panggul–Pacitan. Ketinggian air yang mencapai sekitar 60 sentimeter membuat jalur penghubung utama itu sempat tidak dapat dilalui kendaraan.

Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sekitar satu jam lebih, sejak pukul 13.20 WIB hingga 14.30 WIB, meningkatkan debit Sungai Karang secara drastis. Air bercampur lumpur dan ranting meluber ke badan jalan, memaksa pengendara roda dua dan roda empat menghentikan laju kendaraan demi menghindari risiko mogok maupun terseret arus.

Merespons situasi tersebut, aparat TNI bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kecamatan Panggul segera turun ke lokasi. Babinsa Wonocoyo Koramil 0806-11/Panggul, Serma Suhardjo, bersama personel TRC-PB melakukan pengamanan sekaligus membantu mengatur arus lalu lintas yang terhenti akibat genangan.

Petugas juga membantu warga yang hendak melintas serta mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri menerobos arus. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan luapan susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Selain pengaturan lalu lintas, tim melakukan pemantauan tinggi muka air dan pendataan awal dampak kejadian. Hingga sore hari, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, aktivitas warga sempat terganggu karena akses transportasi utama terputus sementara.

BPBD Kabupaten Trenggalek mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit sungai yang signifikan. Kesiapsiagaan aparat dan partisipasi warga dinilai menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah selatan Jawa Timur tersebut.

Peristiwa ini kembali menegaskan kerentanan kawasan Panggul terhadap cuaca ekstrem. Upaya mitigasi dan kewaspadaan kolektif menjadi kunci agar dampak luapan sungai serupa dapat ditekan di masa mendatang.(*)

(Arwang/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *