
Ponorogo, Jawa Timur – Ratusan warga Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengarak tumpeng hasil bumi menuju lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Rabu (5/8/2026) malam. Kirab tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan Bersih Desa Carat yang sekaligus menjadi momentum warga merawat kebersamaan dan warisan budaya.
Kirab dimulai dari Balai Desa Carat sekitar pukul 20.00 setelah seluruh peserta berkumpul sejak pukul 19.00. Kepala Desa Carat H. Mudjiono melepas rombongan yang terdiri atas perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, ketua RT, organisasi kepemudaan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), paguyuban, serta perwakilan warga dari seluruh RT.
Arak-arakan tumpeng berlangsung meriah. Rombongan berjalan dengan iringan kendaraan pengawal dan pengeras suara menuju lokasi KDMP. Tumpeng yang dibawa warga berisi hasil bumi menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diterima masyarakat sekaligus harapan bagi keberlangsungan kehidupan desa.
Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 21.00, kegiatan dilanjutkan dengan Genduri Akbar. Warga mengikuti doa bersama sebagai ungkapan syukur, kemudian menikmati pertunjukan karawitan yang dimainkan oleh ibu-ibu Desa Carat.
Ketua Panitia Bersih Desa Carat 2026, Nur Cholis, mengatakan tradisi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan warga untuk memperkuat hubungan sosial.
“Kirab tumpeng dan genduri merupakan simbol rasa syukur sekaligus sarana mempererat persaudaraan. Kami berharap tradisi ini terus menjadi pemersatu masyarakat dan dapat dilestarikan oleh generasi muda,” ujar Nur Cholis.
Kepala Desa Carat H. Mudjiono mengatakan Bersih Desa merupakan bagian dari upaya masyarakat mempertahankan tradisi sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
“Bersih desa bukan hanya tentang melestarikan adat istiadat, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” katanya.
Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial warga.
Camat Kauman turut mengapresiasi pelaksanaan Bersih Desa Carat. Menurut dia, kegiatan seperti kirab tumpeng dan genduri merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang perlu dirawat di tengah perubahan zaman.
“Tradisi ini bukan hanya mempererat persatuan, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur kepada generasi muda,” ujarnya.
Bersih Desa Carat menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi lokal tetap dipertahankan melalui keterlibatan lintas kelompok masyarakat. Kirab tumpeng, doa bersama, dan kesenian tradisional dipadukan dalam satu kegiatan yang tidak hanya merawat warisan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial warga desa.(*)
(Nurcholis/Sulaiman)













