Ketika Solidaritas Warga dan TNI Mengubah Rumah Rapuh Menjadi Harapan Baru

Trenggalek, Jawa Timur – Semangat gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di pedesaan. Hal itu terlihat saat puluhan warga bersama Babinsa Desa Srabah, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, bergotong royong membedah rumah milik Purwito yang selama ini membutuhkan perbaikan agar lebih layak dihuni.

Sejak pagi, Minggu (14/6/2026), warga di RT 01 RW 01 Desa Srabah berdatangan membawa peralatan kerja. Di antara mereka tampak Babinsa Desa Srabah, Sertu Sutarni, yang turut mengangkat material bangunan, memperbaiki bagian rumah yang rusak, hingga membantu penyelesaian pekerjaan konstruksi secara bersama-sama.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut menghadirkan suasana hangat sekaligus menjadi cerminan kuatnya solidaritas sosial masyarakat desa. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Semua bekerja dengan tujuan yang sama: membantu sesama agar memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Sertu Sutarni mengatakan keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang berorientasi pada upaya membantu mengatasi kesulitan warga di wilayah binaan.

Menurut dia, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan wilayah, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

“Melalui Babinsa, TNI akan terus hadir bersama masyarakat. Gotong royong seperti ini bukan sekadar membantu pembangunan rumah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kedekatan antara TNI dengan rakyat,” ujar Sutarni.

Ia menilai semangat saling membantu yang ditunjukkan masyarakat Desa Srabah menjadi modal sosial penting dalam membangun kehidupan desa yang harmonis. Dengan kepedulian dan kerja sama yang terjaga, berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan secara kolektif.

Bagi warga, kegiatan bedah rumah tersebut tidak hanya menghadirkan perubahan fisik pada bangunan yang diperbaiki. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol hadirnya kepedulian bersama terhadap sesama warga yang membutuhkan uluran tangan.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat pedesaan, tradisi gotong royong yang terus dirawat menjadi kekuatan penting untuk menjaga kohesi sosial. Kehadiran Babinsa dalam aktivitas kemasyarakatan seperti ini sekaligus menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap relevan sebagai energi sosial untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa.

Melalui kerja bersama yang sederhana namun bermakna, harapan untuk menghadirkan hunian yang lebih layak bagi warga perlahan diwujudkan. Dari Desa Srabah, semangat kebersamaan itu kembali mengingatkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari kepedulian dan kemauan untuk saling membantu.(*)

(Arwang/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *