
Ponorogo, Jawa Timur – Puluhan relawan komunitas Republik Resik Resik Masjid Ponorogo menghabiskan Jumat pagi dengan membersihkan Masjid Nurul Hidayah di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (7/8/2026). Mereka membersihkan sejumlah bagian masjid, mulai dari lantai, dinding, ornamen, tempat wudu, hingga kamar mandi.
Aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin komunitas yang setiap Jumat mendatangi masjid-masjid di berbagai wilayah Ponorogo. Para relawan membawa sendiri peralatan kebersihan dan bekerja secara gotong royong untuk memastikan tempat ibadah tetap bersih dan nyaman digunakan.
Salah satu pendiri Republik Resik Resik Masjid Ponorogo, Marsono, mengatakan kegiatan tersebut dilandasi keinginan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan masjid. Menurut dia, komunitas tidak membatasi lokasi kegiatan, termasuk masjid yang berada di wilayah terpencil.
“Kami selalu membawa peralatan sendiri dan siap membersihkan masjid-masjid, termasuk yang berada di daerah terpencil. Kami berharap kebersihan masjid menjadi perhatian bersama,” ujar Marsono.
Republik Resik Resik Masjid Ponorogo didirikan pada 2018 oleh empat orang. Dalam perkembangannya, komunitas tersebut kini memiliki sekitar 50 anggota yang terlibat dalam berbagai kegiatan sosial membersihkan tempat ibadah.
Berbeda dari kegiatan sosial yang mengandalkan penggalangan dana, operasional kegiatan komunitas tersebut selama ini dibiayai secara mandiri oleh para anggota. Mereka menyediakan peralatan dan kebutuhan kegiatan dari dana pribadi.
Aksi bersih-bersih masjid itu mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita. Ia menilai gerakan yang dilakukan para relawan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan tempat ibadah.
“Gerakan sosial seperti ini layak dicontoh,” kata Lisdyarita.
Kegiatan di Masjid Nurul Hidayah menjadi bagian dari upaya komunitas untuk membangun kebiasaan merawat tempat ibadah secara bersama-sama. Bagi para relawan, menjaga kebersihan masjid bukan semata-mata pekerjaan fisik, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap kenyamanan umat dalam beribadah.(*)
(Nurcholis/Sulaiman)












