Jembatan 50 Meter di Nias Utara Dibangun, Akses Tiga Desa Segera Pulih

Nias Utara, Sumatera Utara – Harapan warga tiga desa di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, untuk kembali memiliki akses penghubung yang aman mulai terbuka. Melalui Program Bakti TNI, pembangunan jembatan gantung di Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi, kembali dilanjutkan setelah akses sebelumnya rusak diterjang banjir bandang.

Pembangunan jembatan dilanjutkan pada Minggu (16/8/2026). Jembatan sepanjang 50 meter yang membentang di atas sungai selebar sekitar 22 meter itu nantinya menghubungkan Desa Mazingo dengan Desa Ombolata Alasa serta Desa Orahili, Kecamatan Namohalu Esiwa.

Jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Selain memudahkan mobilitas sehari-hari, akses itu dibutuhkan warga untuk mengangkut hasil pertanian, menuju fasilitas pendidikan, serta mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dalam tahap pekerjaan terbaru, personel di lapangan mulai memasang bekisting di bagian tepi sebagai persiapan pembangunan pondasi menara pylon. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 905/TS, Yonzipur 1/DD, Koramil 07/Alasa, tenaga tukang, dan masyarakat setempat.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur.

Menurut dia, Program Bakti TNI tidak hanya diarahkan untuk memulihkan akses warga yang terputus akibat bencana, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembangunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Semangat gotong royong antara prajurit dan warga menjadi kekuatan dalam menyelesaikan pembangunan,” ujar Sandy.

Keberadaan jembatan baru tersebut nantinya diharapkan memperlancar arus orang dan barang dari serta menuju tiga desa. Akses yang lebih baik juga diharapkan membuka kembali jalur distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

TNI menargetkan pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga warga Desa Mazingo, Desa Ombolata Alasa, dan Desa Orahili dapat kembali menikmati konektivitas yang lebih aman dan lancar.

Pemulihan akses tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar di wilayah yang sulit dijangkau dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar serta kegiatan ekonomi.(*)

(Johannes/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *