Jaga Kualitas Pelayanan SPPG, Pesan Penting Komisi IX DPR RI

Tulungagung, – Anggota Komisi IX DPRRI, H. Nurhadi, menghadiri tasyakuran setahun perjalanan SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung pada Minggu (4/1/2026). Acara sederhana yang digelar di Gedung Dakwah Abi KHM Ihya Ulumiddin ini menjadi momentum refleksi atas kiprah dapur MBG yang telah berjalan satu tahun penuh.

Dalam amanahnya, Nurhadi menegaskan bahwa SPPG Khusus Al Azhaar merupakan gelombang pertama yang berani mengambil risiko menjalankan program dapur MBG di saat banyak pihak masih ragu. “Saat kunjungan saya pada Juli 2025, Mbah Yai Imam mengisahkan kalau di awal program harus membayar seluruh dana operasional. Beliau tetap jalan hingga ada kebijaksanaan baru,” tutur Nurhadi.

Politisi asal Udanawu, Blitar itu menekankan bahwa menjalankan program dapur MBG harus dilandasi niat berkhidmat. Ia mencontohkan SPPG Khusus Al Azhaar yang konsisten menyajikan menu berkualitas bagi penerima manfaat. “Para penerima manfaat selalu menanti kiriman MBG dari SPPG Kedungwaru Tulungagung,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, relawan SPPG, Ibu Yeni Selamet, menyampaikan rasa syukur karena dapat bergabung dan berkhidmat melalui dapur MBG. “Saya selalu memberi doa setiap pemorsian asupan menu MBG,” ungkapnya.

Sementara itu, Kholiq, relawan bagian memasak nasi, berbagi kisah pengabdian yang menuntut kedisiplinan tinggi. “Saya harus datang pukul 01.00 saat semua orang istirahat. Tetangga selalu bertanya, bekerja apa kok berangkat tengah malam? Ini pengabdian untuk generasi sehat,” ujarnya di hadapan 150 undangan.

Sementara itu, Kepala SPPG, Yanita, menjelaskan bahwa undangan tasyakuran terdiri dari 50 warga sekitar, 47 relawan, 12 perwakilan penerima manfaat, 15 anggota Dewan Syuro Yayasan LPI Al Azhaar, serta perwakilan Koramil dan Polsek Kedungwaru. “Semua guyub dan memberi dukungan. Saya sampaikan terima kasih,” ucap Yanita.

Dukungan juga datang dari Koramil Kedungwaru. Edy Mulyono menegaskan bahwa program dapur MBG yang digagas Presiden Prabowo langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat. “Rakyat langsung menerima manfaat dari program MBG,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Abah Imam, menyampaikan terima kasih atas dukungan warga Desa Kedungwaru dan Rejoagung. Ia berharap di tahun kedua, SPPG Khusus Al Azhaar dapat melahirkan program baru yang lebih menyentuh masyarakat sekitar.

“Semoga di tahun kedua SPPG Khusus Al Azhaar Kedungwaru dapat membuat program untuk warga sekitar. Mohon doa untuk mewujudkan program untuk masyarakat,” harapnya.

Acara tasyakuran ditutup dengan pemotongan tumpeng. H. Nurhadi menyerahkan potongan pertama kepada Koramil Kedungwaru, sementara KH. Imam Mawardi Ridlwan menyerahkan potongan tumpeng kepada anggota Komisi IX DPR RI. Doa penutup dipimpin oleh Kyai Burhan dari Pesantren Al Azhaar Pagerwojo Tulungagung, menandai berakhirnya acara penuh kebersamaan tersebut.(*)

Editor: Sulaiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *