
Surabaya, Jawa Timur – Jauh sebelum menduduki posisi strategis di industri perbankan, Muhammad Shodiq, S.Si., MT., CIFP., dikenal sebagai mahasiswa Matematika Universitas Airlangga (UNAIR) yang sederhana. Salah satu kenangan tentang dirinya bahkan masih melekat pada seorang kolega bahwa Shodiq pernah terlihat menelusuri jalan-jalan Surabaya dengan sepeda ontel ketika menempuh pendidikan sarjana.
Bagi M. Sugiharto, Wakil Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur, pemandangan itu menjadi bagian dari ingatan tentang sosok Shodiq sebelum kemudian meniti karier panjang di industri keuangan.
“Saya dulu melihat dia naik sepeda ontel menelusuri pinggiran jalan protokol di Surabaya saat sedang menempuh S1 Jurusan Matematika di UNAIR,” kata Sugiharto, Sabtu (22/8/2026).
Pertemanan mereka berlanjut ketika Shodiq berkarier di Jakarta. Sugiharto mengaku pernah bertemu Shodiq di sekitar kantor Bank Sampoerna dan kemudian diajak berkunjung ke rumahnya di kawasan Cawang.
Menurut Sugiharto, perubahan posisi dan perjalanan karier tidak banyak mengubah karakter Shodiq.
“Orangnya tetap sederhana dan bersahaja. Tampang seriusnya tetap dominan, walaupun saya tahu dia berusaha menutupinya,” ujar Sugiharto.
Kini, lebih dari dua dekade setelah masa kuliahnya di Surabaya, Shodiq dipercaya menduduki posisi Senior Vice President-Head of Talent Factory & Learning Capability Development di Bank CIMB Niaga.
Posisi tersebut menempatkannya di salah satu lini penting pengembangan sumber daya manusia di industri perbankan, terutama dalam membangun kapabilitas, sistem pembelajaran, dan talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Perjalanan Shodiq menjadi gambaran bahwa pendidikan Matematika dapat membawa seseorang ke berbagai bidang yang jauh melampaui disiplin ilmu asalnya.
Alumni S1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNAIR angkatan 1993 itu melanjutkan pendidikan magister Teknik Mesin di Universitas Indonesia pada 2000.
Ketertarikannya terhadap sektor keuangan kemudian membawanya memperdalam kompetensi di bidang Islamic banking and finance. Pada 2007, Shodiq memperoleh beasiswa penuh untuk mengikuti program Chartered Islamic Finance Professional (CIFP) di International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF), Malaysia.
Pengembangan kompetensinya berlanjut melalui program Accelerated Universal Banker di Nanyang Business School, Nanyang Technological University (NTU), Singapura, pada 2017. Pada 2022, ia mengikuti Sustainability Leadership Program di Institute for Sustainability Leadership, University of Cambridge, Inggris.
Lebih dari 25 tahun berkecimpung di sektor keuangan, Shodiq telah bekerja di sejumlah institusi, antara lain Bank Danamon Syariah, Fajr Capital, Bank BRI Syariah, serta Sampoerna Financial Group-Sampoerna Strategic.
“Saya melihat Matematika bukan hanya soal angka. Yang lebih penting adalah cara berpikirnya, bagaimana kita melihat persoalan secara logis, sistematis, dan mencari solusi. Kemampuan itu sangat membantu ketika menghadapi persoalan di dunia profesional,” ujar Shodiq.
Di CIMB Niaga, Shodiq kemudian terlibat dalam pengembangan inovasi pembelajaran dan talenta dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Sejumlah inovasi yang dikembangkan mencakup digital learning, virtual reality (VR) learning, artificial intelligence-based virtual reality learning, hingga learning experience platform.
Transformasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi pegawai, tetapi juga mengubah cara organisasi membangun pengalaman belajar bagi sumber daya manusianya.
Pada 2022, CIMB Niaga memperoleh penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bank yang pertama menerapkan pembelajaran menggunakan VR learning.
Inovasi pembelajaran tersebut juga mendapat sejumlah pengakuan di tingkat nasional maupun internasional, termasuk penghargaan dari Brandon Hall di Amerika Serikat.
“Teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu membuat proses belajar menjadi lebih relevan dan membantu orang berkembang,” kata Shodiq.
Kiprah Shodiq di bidang pengembangan talenta juga mendapat pengakuan internasional.
Pada 2023, ia meraih Top Learning & Development Awards South East Asia yang diberikan CoachHub dan People Matters di Singapura. Setahun kemudian, ia memperoleh penghargaan HR Leader of The Year (Gold) dalam Indonesia Human Resources Excellence Award yang diselenggarakan Human Resources Online.
Dari Aktivis Organisasi hingga Pemimpin Talenta
Perjalanan Shodiq tidak hanya dibentuk oleh pendidikan dan pengalaman profesional. Sejak muda, ia aktif dalam organisasi.
Pada periode 1996-1998, ia dipercaya menjadi Ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Timur.
Pengalaman organisasi tersebut kemudian berjalan beriringan dengan kiprahnya di dunia pendidikan dan profesional. Shodiq merupakan salah satu pendiri sekaligus General Manager Islamic Banking & Finance Institute (IBFI) Universitas Trisakti.
Ia juga tetap aktif menulis dan berbagi pengetahuan di tengah kesibukannya sebagai eksekutif perbankan. Sejumlah tulisan dan pemikirannya membahas ekonomi, perbankan, Islamic finance, serta pengembangan sumber daya manusia.
Karya dan artikelnya telah dipublikasikan di sejumlah media dan platform, antara lain The Jakarta Post, Islamic Finance News, Manage HR Magazine, HR Tech Outlook, Republika, dan Kompas.
Agus Barlianto, mahasiswa Program Doktoral IPB University, menilai perjalanan Shodiq layak diapresiasi, terutama karena pencapaian profesional tersebut tidak menghilangkan karakter pribadinya.
“Ikut bangga atas prestasi Shodiq. Pejuang yang teguh dan bersahaja seperti ayahandanya,” ujar Agus.
Bagi Shodiq, perjalanan dari Matematika menuju industri keuangan bukanlah perpindahan yang menghapus latar belakang keilmuan sebelumnya. Justru, kemampuan analitis yang dibangun sejak kuliah menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi persoalan profesional.
“Yang saya bawa dari Matematika bukan hanya pengetahuan matematis, tetapi kebiasaan berpikir terstruktur, memahami masalah, menguji asumsi, dan mencari solusi. Fondasi itu bisa diterapkan di banyak bidang,” katanya.
Dari mahasiswa Matematika yang dikenang pernah mengayuh sepeda ontel di jalan-jalan Surabaya, Shodiq kini berada di ruang strategis pengembangan talenta industri perbankan.
Lintasan tersebut memperlihatkan satu hal: perjalanan karier tidak selalu harus mengikuti garis lurus bidang studi. Pendidikan, pengalaman organisasi, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi dapat membuka jalan ke berbagai bidang profesional.
Dan bagi Shodiq, sepeda ontel itu kini tinggal kenangan dari sebuah perjalanan panjang mulai dari Surabaya, Matematika UNAIR, dunia Islamic finance, hingga menjadi salah satu penggerak pengembangan talenta di perbankan nasional.(*)
Editor: Sulaiman












