Dirut Bulog Pantau Harga Sembako, Ternyata Begini Harga Beras, Telur dan Daging Sapi di Pasar Wonokromo

Ekonomi120 Views

Surabaya, Jawa Timur – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung harga bahan pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Sabtu (4/4/2026), untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat pasar tradisional.

Kunjungan tersebut melibatkan jajaran Bulog, Satuan Tugas Pangan, pengelola pasar, serta didukung unsur TNI dan pemerintah daerah.

Rizal mengatakan, pemantauan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar harga bahan pokok tetap terkendali. “Kami ingin memastikan langsung di lapangan bahwa harga sembako, khususnya di Pasar Wonokromo dan secara umum di Jawa Timur, tetap stabil sesuai kebijakan pemerintah,” ujar Rizal dalam rilis resmi BULOG yang diterima redaksi media ini, Minggu (5/4/2026).

Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas utama terpantau relatif stabil. Harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada dalam kondisi terkendali. Minyak goreng MinyaKita dijual sekitar Rp 15.700 per liter.

Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat turun menjadi sekitar Rp 29.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 30.000 hingga Rp 32.000. Harga daging ayam ras juga mengalami penurunan ke kisaran Rp 35.000-Rp 36.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 40.000-Rp 45.000.

Adapun harga daging sapi masih relatif tinggi, yakni sekitar Rp 140.000 per kilogram. Pedagang menyebutkan, kenaikan terjadi secara bertahap akibat terbatasnya pasokan di rumah potong hewan (RPH).

Menanggapi hal tersebut, Bulog akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk menelusuri rantai pasok di tingkat hulu guna memastikan ketersediaan tetap terjaga.

Selain memantau harga, Bulog juga melakukan pengecekan terhadap keamanan pangan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya pada komoditas seperti daging ayam dan sayuran.

Rizal menegaskan, stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. “Stok beras nasional aman dan cukup. Kami juga menyiapkan langkah strategis untuk menjaga pasokan, termasuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino,” katanya.

Menurut dia, Bulog telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mitigasi dampak El Nino, antara lain melalui program pompanisasi dan penambahan alat dan mesin pertanian.

Ia menambahkan, kondisi cuaca kering saat El Nino yang bertepatan dengan musim panen berpotensi meningkatkan kualitas hasil produksi.

Dari sisi pengadaan, Bulog mencatat realisasi penyerapan beras petani telah melampaui 35% dari target nasional. Angka tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei 2026.

Melalui langkah ini, Bulog menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan, memastikan distribusi berjalan lancar, serta melindungi daya beli masyarakat.(*)

(Johannes/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *