Dari Cor Jalan hingga Data Panen, Kiprah Babinsa di Sragen Perkuat Ketahanan Desa

Babinsa38 Views

Sragen, Jawa Tengah – Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tak hanya sebatas tugas keamanan wilayah. Pada Selasa (3/3/2026), aparat teritorial di sejumlah kecamatan terlibat langsung dalam kerja bakti pengecoran jalan, penanganan dampak cuaca ekstrem, hingga sinkronisasi data pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.

Di Kecamatan Karangmalang, Babinsa Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, Serma Eko, bergotong royong bersama warga melakukan pengecoran jalan desa. Sejak pagi, ia tampak membaur, mengaduk material, mengangkut pasir dan batu, hingga meratakan adukan semen di badan jalan.

Menurut Eko, perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak karena merupakan akses utama warga untuk kegiatan pertanian, pendidikan, dan aktivitas ekonomi. “Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas warga dan mendukung roda perekonomian desa,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, gotong royong tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga dalam jangka panjang.

Pada hari yang sama, di Dukuh Sukocipto RT 15, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Babinsa Koramil 14/Mondokan Serda Berlian Wahyu sigap membantu evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga akibat hujan deras disertai angin kencang.

Bersama perangkat desa dan warga, Berlian memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin dan alat manual. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun atap rumah mengalami kerusakan cukup serius.

“Sudah menjadi tugas kami untuk hadir saat warga mengalami kesulitan,” kata Berlian. Ia juga mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan pohon tua atau rapuh yang berisiko tumbang.

Sementara itu, di Kecamatan Miri, Babinsa Koramil 16/Miri Serka Krido mengunjungi kantor Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk menyinkronkan data lahan pertanian yang sudah dan belum memasuki masa panen. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung program ketahanan pangan.

Dalam pertemuan itu, Babinsa dan PPL membahas luas lahan sawah, varietas padi yang ditanam, serta perkiraan waktu panen. “Data yang akurat penting untuk memantau perkembangan pertanian sekaligus mengantisipasi kendala yang dihadapi petani,” ujar Krido.

Penyuluh pertanian setempat menyambut baik koordinasi tersebut. Sinergi antara aparat kewilayahan dan penyuluh dinilai membantu percepatan informasi serta pendampingan petani di lapangan.

Beragam aktivitas tersebut menunjukkan peran Babinsa yang kian adaptif, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, respons kebencanaan, hingga penguatan sektor pertanian. Di tengah dinamika kebutuhan masyarakat, kehadiran aparat teritorial menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan desa dari berbagai aspek.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *