
Sragen, Jawa Tengah – Upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Personel Koramil 11/Jenar, Kodim 0725/Sragen, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah kandang sapi milik warga untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan peternak terhadap gejala awal penyakit tersebut, Senin (6/7/2026).
Bintara Tinggi (Bati) Koramil 11/Jenar, Serma Hariono, mendatangi kandang-kandang warga di Desa Jenar. Selain memeriksa kondisi fisik ternak, ia berdialog dengan para peternak mengenai langkah-langkah pencegahan PMK, mulai dari menjaga kebersihan kandang, menyediakan pakan yang berkualitas, hingga membatasi lalu lintas ternak yang berpotensi membawa penularan penyakit.
Hariono menekankan bahwa pengendalian PMK membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama para peternak sebagai garda terdepan dalam mendeteksi kemunculan penyakit.
“Peternak perlu mengenali gejala awal, seperti lepuh pada mulut, air liur berlebihan, pincang, atau demam. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga penyebaran penyakit bisa dicegah,” ujarnya.
Menurut Hariono, pendampingan yang dilakukan Koramil merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menjaga kesehatan ternak sekaligus meminimalkan kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan akibat serangan PMK.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peternak. Suyanto, salah seorang peternak di Desa Jenar, mengaku merasa lebih tenang setelah memperoleh pendampingan dan edukasi secara langsung.
“Pendampingan ini membuat kami lebih memahami cara mencegah PMK. Jika ada ternak yang menunjukkan gejala, kami akan segera melaporkannya agar cepat ditangani,” katanya.
Melalui pemantauan rutin dan edukasi kepada peternak, Koramil 11/Jenar berharap potensi penyebaran PMK dapat ditekan sejak dini. Langkah preventif itu dinilai penting untuk menjaga kesehatan populasi ternak, mempertahankan produktivitas peternak, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sragen.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)












