
Sorong Selatan, Papua Barat Daya – Keterbatasan akses layanan kesehatan di Distrik Kokoda, Papua Barat Daya, mendorong personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Yonif 763/SBA menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi warga sekitar, Selasa (3/3/2026).
Di distrik tersebut memang terdapat Puskesmas sebagai pusat layanan medis. Namun, tidak semua kampung berada dalam jarak yang mudah dijangkau. Faktor geografis dan akses transportasi yang terbatas kerap menjadi kendala, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Dalam kondisi itu, warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan memilih mendatangi Pos Kokoda Satgas Yonif 763/SBA untuk memperoleh pertolongan pertama. Dengan kemampuan medis dasar dan perlengkapan yang tersedia, personel satgas memberikan tindakan awal sebelum pasien dirujuk ke Puskesmas untuk penanganan lanjutan.
Komandan Pos (Danpos) Kokoda menyatakan, kehadiran satgas di wilayah perbatasan tidak semata menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga berupaya memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami memang bertugas menjaga perbatasan. Namun, kami juga bagian dari masyarakat di sini. Kami akan berupaya semaksimal mungkin dengan sumber daya yang ada agar keberadaan kami membawa rasa aman sekaligus menjadi solusi atas kebutuhan warga,” ujarnya.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tersebut merupakan wujud kepedulian prajurit terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah penugasan. Selain pengamanan, pendekatan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dan kepercayaan warga.
Bagi masyarakat Kokoda, layanan kesehatan di pos satgas menjadi alternatif penting ketika jarak dan medan menjadi hambatan untuk segera mendapatkan pertolongan medis.(*)
(Johannes/Sulaiman)












