TNI Berduka, Jejak Pengabdian Jenderal Ryamizard Berakhir di Usia 76 Tahun

 

Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga besar Tentara Nasional Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat periode 2002–2005, Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Ia tutup usia pada umur 76 tahun.

Kepergian Ryamizard menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang prajurit yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pengabdian kepada negara. Di lingkungan TNI Angkatan Darat, ia dikenal sebagai sosok yang tegas, lugas, dan memiliki komitmen kuat terhadap profesionalisme prajurit.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, Ryamizard tumbuh dalam lingkungan keluarga militer. Ia merupakan putra Brigadir Jenderal TNI Musannif Ryacudu. Jejak pengabdian sang ayah kemudian diteruskan melalui karier militer yang dijalaninya selama puluhan tahun.

Dalam perjalanan kariernya, Ryamizard menempati berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Namanya semakin dikenal ketika dipercaya memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) sebelum kemudian menjabat Kepala Staf Angkatan Darat pada 2002 hingga 2005.

Pada masa kepemimpinannya, TNI AD berada dalam periode konsolidasi pasca-reformasi. Penguatan disiplin, profesionalisme prajurit, serta kesiapsiagaan satuan menjadi sejumlah agenda yang melekat dengan kepemimpinannya. Bagi banyak prajurit, Ryamizard dikenal sebagai pemimpin lapangan yang dekat dengan anak buah dan menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi.

Setelah purnatugas dari militer, pengabdiannya berlanjut di pemerintahan. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019. Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam berbagai upaya penguatan sistem pertahanan nasional serta modernisasi alat utama sistem persenjataan di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.

Kementerian Pertahanan menyebut Ryamizard sebagai sosok prajurit, pemimpin, sekaligus negarawan yang mendedikasikan hidupnya bagi bangsa dan negara. Di mata banyak kolega, ia dikenang sebagai figur yang memegang teguh prinsip, berani mengambil keputusan, dan konsisten menjaga kedaulatan negara.

Kepergian Ryamizard meninggalkan duka bagi keluarga besar TNI dan dunia pertahanan Indonesia. Namun, jejak pengabdiannya selama lebih dari lima dekade akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sejarah TNI Angkatan Darat dan pertahanan nasional Indonesia.(*)

(Dispenad/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *